PT Rifan financindo | Harga Emas Naik Di Akhir Pekan, Investor Pilah-Pilih Isu

PT Rifan Financindo – Harga emas naik di sesi perdagangan Sabtu (16/Februari) pagi ini. Seperti yang terlihat dalam grafik XAU/USD harian berikut ini, harga emas naik 0.19 persen ke 1,320.93, kembali menyambangi level tinggi yang terbentuk pada tanggal 31 Januari.

rifan-pekanbaru.com

Harga emas spot dan emas futures juga naik ke level tinggi dua pekan, masing-masing ke 1,321.95 (pada pukul 01:25 WIB) dan 1,322.10. Hal itu dikarenakan oleh lemahnya sebagian besar data ekonomi AS sejak awal pekan ini dan berkurangnya tekanan inflasi.

Kondisi semacam in  kian memperkuat proyeksi bahwa The Fed akan lebih ‘bersabar’ untuk menaikkan suku bunga. Yang terbaru, Presiden The Fed untuk wilayah San Fransisco, Mary Daly, mengonfimasi pandangan tersebut. Namun jika dilihat dari segi persentase, kenaikan harga emas kali ini sebetulnya melaju dalam kecepatan yang sama sepeti di awal pekan, yakni ketika pelaku pasar menunggu perkembangan berita utama yang dapat menyetir arah pasar.

Investor Memilah Isu

Para investor saat ini sedang merenungkan isu mana yang lebih penting untuk dapat mengubah arah harga emas. Belakangan ini, harga logam mulia memang cenderung terkonsolidasi.

Perseteruan dagang AS-China berpotensi meruntuhkan harga emas ke bawah 1,300. Namun sebaliknya, isu-isu lain seperti perlambatan global yang mengarah ke penundaan kenaikan suku bunga The Fed, Brexit, dan masalah Venezuela, bisa menciptakan level tinggi baru bagi harga emas di tahun 2019 ini.

“Harga emas terus mengabaikan kuatnya ekuitas dan Dolar AS, (harga emas) membentuk grafiknya sendiri,” kata George Gero, analis logam mulias di RBC Wealth Management di New York.

“Masalahnya adalah, terdapat banyak konflik kepentingan di jalur tersebut. Sebut saja resolusi perang dagang yang akan mengurangi kebutuhan akan (aset) untuk hedging, versus potensi memanasnya isu Brexit atau Venezuela yang bisa menarik lebih banyak investor untuk (membeli) emas,” imbuh Gero.

Isu Brexit Dan Minyak Venezuela

Sebagai informasi, untuk isu Brexit, PM Theresa May masih memperjuangkan strateginya dalam mengeluarkan Inggris dari keanggotaan UnI Eropa. Sayangnya, May gagal mengegolkan mosi yang akan menghapus probabilitas “No-Deal Brexit” secara implisit. Dalam voting digelar pada Kamis malam lalu, sebagian anggota partai Konservatif pro-Brexit memilih abstain, sehingga mosi tersebut hanya mampu memperoleh suara 258 vs 308. (Baca juga: GBP Berupaya Rebound Pasca Rilis Data Penjualan Ritel Inggris)

Sedangkan untuk isu Venezuela, Reuters melaporkan bahwa perusahaan komoditas global Trafigura memutuskan untuk menghentikan perdagangan minyak dengan Venezuela karena sanksi AS. Keputusan itu diperkirakan akan berimbas besar bagi pemerintahan Nicholas Maduro, yang sedang berusaha mempertahankan kepemilikan perusahaan minyak plat merahnya, PDVSA. (Baca Juga: AS Jatuhkan Sanksi Baru Untuk Venezuela, Harga Minyak Naik) ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Sumber : seputarforex

     PT Rifan Financindo, Rifanfinancindo, Rifan Financindo