PT Rifan financindo | Harga Emas Turun Meski Isu Geopolitik Baru Tengah Memanas

PT Rifan Financindo – Harga emas turun di sesi perdagangan Rabu (27/Februari) malam ini, walaupun sejumlah isu geopolitik sedang merebak dan Ketua The Fed masih berpandangan dovish. Pasalnya, depresiasi Dolar AS hari ini tak serendah yang diharapkan pasar. Oleh sebab, itu kenaikan harga emas pun terkoreksi.

Seperti yang terlihat dalam grafik XAU/USD di bawah ini, harga emas turun 0.66 persen ke 1,320.19, setelah sempat tertahan di kisaran 1,321.70 hingga 1,333.13 selama tiga hari berturut-turut.

xu

India-Pakistan Saling Serang, Penurunan Dolar Kurang Signifikan

Salah satu isu geopolitik yang sedang panas–selain isu perdamaian perdagangan AS-China–adalah perseteruan Pakistan dan India. Kedua negara serumpun tersebut saling melancarkan serangan militer berpotensi nuklir. Pakistan mengatakan bahwa pihaknya telah menembak jatuh dua pesawat tempur India.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah pesawat temput India menyerang wilayah Pakistan untuk pertama kalinya sejak perang yang berkobar tahun 1971. Oleh sebab itu, sejumlah negara maju mendesak kedua negara tersebut untuk saling menahan diri.

Konflik geopolitik semacam ini seharusnya melambungkan harga emas. Terutama jika mengingat bahwa India merupakan konsumen emas tertinggi kedua dunia setelah China. Namun, kenaikan harga emas tak terwujud dan malah turun.

“Hal ini menambahkan tingkatan risiko bagi para investor,” kata Chales St-Arnaud, Ahli Strategi di Lombard Odier. Meski demikian, ia tak menampik bahwa kenaikan harga emas masih terbatas untuk saat ini.

Kondisi anomali harga emas ini diperjelas oleh analis Matthew Turner dari Macquarie. Menurutnya, The Fed jelas sekali sedang dalam mode dovish, tapi hal itu tampaknya masih kurang potensial untuk menaikkan harga emas ke tingkatan yang semestinya. Lagipula, Dolar AS tidak terdepresiasi sebanyak yang seharusnya( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Sumber : seputarforex