PT Rifan financindo | Reuters: AS Dan China Buat Garis Besar Kesepakatan Dagang

PT Rifan Financindo – Dalam sebuah laporan eksklusif yang baru saja dirilis (21/Februari), kantor berita Reuters mengklaim bahwa Amerika Serikat dan China telah mulai menyusun garis besar komitmen terkait masalah-masalah paling krusial dalam konflik perdagangan mereka. Jika benar, ini merupakan kemajuan paling signifikan dalam upaya mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung selama sekitar tujuh bulan terakhir.

AS dan China

Sumber-sumber anonim yang dikutip oleh Reuters mengungkapkan bahwa gambaran besar kesepakatan telah mengemuka dari serangkaian diskusi antara AS dan China. Para negosiator telah menggariskan enam MoU mengenai sejumlah masalah struktural, yaitu pencurian siber dan transfer teknologi paksa, hak-hak kekayaaan intelektual, sektor jasa, mata uang, pertanian, dan batas-batas non-tarif dalam perdagangan lintas negara.

Perlu diketahui, berikut ini beberapa poin penting yang diperkarakan oleh AS:

  1. AS menuduh Beijing telah memaksa perusahaan-perusahaan AS membagi teknologi mereka dengan mitra lokal dan menyerahkan rahasia terkait hak kekayaan intelektual yang dimilikinya. Hingga saat ini, China masih membantah tuduhan ini.
  2. AS keberatan pada aturan perdagangan non-tarif yang diterapkan China, seperti subsidi industri, prosedur lisensi bisnis, review standar produk, dan aturan lain yang dianggap menghalangi produk AS masuk ke China dan memberikan keuntungan bagi perusahaan lokal.
  3. AS ingin China membuka pintu bagi layanan keuangan asing seperti Visa dan Mastercard.
  4. AS memperingatkan China agar tidak mendevaluasi Yuan dengan tujuan meningkatkan daya saingnya di pasar internasional.
  5. AS menginginkan China memangkas surplus perdagangannya dengan mereka, diantaranya dengan membeli lebih banyak produk pertanian, energi, dan barang-barang seperti semikonduktor.

Beberapa narasumber, yang tak mau disebut namanya, mengatakan bahwa kedua pihak telah bertukar pikiran. Mereka juga sudah mulai bekerja sama merancang kewajiban-kewajiban terkait dan mekanisme penerapannya secara tertulis dalam pertemuan di Beijing minggu lalu. Namun, Reuters mencatat bahwa gambaran umum dari garis besar yang disusun sejauh ini masih jauh dari perubahan struktural atas perekonomian China yang dituntut oleh Presiden AS Donald Trump.

Salah satu narasumber menegaskan bahwa digarapnya beberapa MoU ini merupakan langkah signifikan dalam upaya untuk membuat China memberikan komitmennya bagi sejumlah masalah penting. Walaupun, ia mengakui kalau masih ada kemungkinan diskusi ini bakal berakhir dengan kegagalan.( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : seputarforex