PT Rifanfinancindo | BEI Targetkan 30 Pencatatan Efek di 2021, Turun Jauh dari Tahun Ini

PT Rifanfinancindo | BEI Targetkan 30 Pencatatan Efek di 2021, Turun Jauh dari Tahun Ini

 

PT Rifan Financindo –  Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 30 pencatatan efek baru di 2021. Target tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2021 yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini.

Target 30 pencatatan efek baru itu terdiri pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE) dan Efek Beragun Aset (EBA).

Jika dibandingkan dengan tahun ini, target tersebut turun jauh bahkan tak sampai separuhnya. Di 2020 BEI menargetkan sebanyak 76 pencatatan efek baru.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan akan tetap melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pencatatan efek terbaru di 2021. Mulai dari pertemuan langsung dengan calon emiten, sosialisasi, workshop hingga bekerja sama dengan pihak lain seperti asosiasi, kantor publik hingga Dirjen Pajak.

“Semua kita lakukan. Terkait 30 perusahaan tercatat tentunya kita juga melihat perkembangan yang ada. Untuk itu kita targetkan 30,” terangnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/10/2020).

Nyoman menekankan, bagi BEI jumlah pencatatan efek baru tentu penting. Namun tahun depan pihaknya juga menitikberatkan pada variasi perusahaan yang melakukan pencatatan efek baru.

BEI juga menargetkan perusahaan-perusahaan seperti e-commerce dan perusahaan teknologi lainnya.

“Jadi bukan hanya perusahaan konvensional,tapi juga e-commerce dan perusahaan teknologi. Jadi ke depan ada kombinasi bukan hanya perusahaan konvensional, kita juga mengarah ke perusahaan teknologi dan e-commerce,” terangnya

Pengembangan yang akan dilakukan BEI serta penetapan penggunaan asumsi dalam penyusunan RKAT 2021 masih mempertimbangkan perkembangan penanganan COVID-19 sampai dengan tahun 2021. Berdasarkan pertimbangan tersebut, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2021 mencapai Rp 8,5 triliun dengan total jumlah hari bursa sebanyak 241 hari. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : finance.detik