PT Rifanfinancindo | Bunga Acuan BI Turun Terus, Bunga Kreditnya Kapan?

PT Rifanfinancindo | Bunga Acuan BI Turun Terus, Bunga Kreditnya Kapan?

PT Rifan Financindo – Jakarta Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dipangkas 25 bps menjadi 4%. Angka ini merupakan yang paling rendah sejak 2016 lalu. Namun suku bunga kredit di perbankan masih berada di kisaran double digit. Walaupun sebenarnya sudah turun, namun dinilai belum signifikan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penurunan bunga acuan ini juga diikuti dengan deposit facility yang turun 25 bps menjadi 3,25% dan lending facility yang juga turun 25 bps menjadi 4,75%.

“Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan langkah lanjutan pemulihan ekonomi di masa pandemi,” tutur Perry.

Perry mengatakan penurunan BI 7 Days Reverse Repo Rate ini untuk mendukung ekonomi nasional.

“Keputusan penurunan bunga adalah untuk penguatan bauran kebijakan untuk dukung ekonomi nasional dengan jaga inflasi dan stabilitas nilai tukar,” tambahnya.

Dari data BI, sejak penetapan bunga acuan menjadi 7days reverse repo rate, angka ini merupakan yang terendah sejak 21 April 2016 yang mencapai 5,5%.

BI pernah menetapkan bunga acuan sebesar 4,25% pada periode 22 September 2017 hingga 19 April 2018. Kemudian bunga terus meningkat hingga menyentuh level 6% pada 15 November 2018 hingga 20 Juni 2019.

Setelah periode tersebut, bunga acuan terus dipangkas dan sempat bertahan di level 5% pada periode 24 Oktober 2019 hingga 23 Januari 2020. Dalam satu tahun, (periode Juli 2019-Juli 2020) BI sudah memangkas bunga acuan sebanyak 175 basis poin atau 1,75%.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan penurunan bunga acuan menjadi 4% ini sesuai dengan pertimbangan BI untuk prakiraan inflasi yang rendah, stabilitas eksternal terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

“Apalagi juga ada penekanan bahwa kebijakan moneter tersebut juga konsisten dengan kebijakan fiskal yang sama sama countercyclical dan longgar atau dovish sehingga diharapkan bisa menstimulasi sektor riil dan perbankan,” kata dia.

 Dari data survei perbankan Indonesia kuartal II-2020 yang dirilis BI, rata-rata suku bunga kredit modal kerja diprakirakan menjadi 10,72% dan kredit investasi 10,75%. Kemudian untuk kredit konsumsi diprakirakan menjadi 12,93%.

“Pada jenis kredit konsumsi, penurunan suku bunga terbesar terjadi pada kartu kredit sebesar 20 bps, diikuti oleh kredit kendaraan bermotor dan kredit multiguna masing-masing sebesar 12 bps dan 6 bps,” tulis laporan BI, Kamis (16/7/2020).

Kemudian pada kuartal III-2020 rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh bank atas dana nasabah yang ditempatkan atau cost of fund (CoF) dalam rupiah diprakirakan turun 22 bps dari triwulan sebelumnya menjadi 5,38%.

Sementara biaya dana yang dioperasionalkan (ditempatkan) oleh perbankan untuk memperoleh pendapatan atau cost of loanable fund (CoLF) dalam rupiah juga diprakirakan turun 9 bps menjadi 8,20%.

Sekadar informasi, hari ini BI akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur (RDG) salah satunya adalah kebijakan bunga acuan. Saat ini bunga acuan BI berada di kisaran 4,25%. Kalangan ekonom memprediksi terjadi pemangkasan kembali bunga acuan hari ini. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : finance.detik