PT Rifanfinancindo | Harumnya Bisnis Tanaman Hias yang Bukan Cuma Janda Bolong

PT Rifanfinancindo | Harumnya Bisnis Tanaman Hias yang Bukan Cuma Janda Bolong

PT Rifan Financindo – Jakarta Tanaman hias philodendrum jenis monstera variegata atau janda bolong variegata menghebohkan Tanah Air karena harganya tembus hingga puluhan juta rupiah. Tanaman yang sulit ditemukan itu diburu oleh para kolektor di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Seorang pedagang tanaman hias di Bogor yang bernama Azis mengatakan, harga tanaman itu termurahnya ialah Rp 75 juta.

“Harga paling rendah itu Rp 75 juta, dan itu cuma paling 2 daun, yang kecil,” kata Azis kepada detikcom, Minggu (27/9/2020).

 Tak hanya diburu kolektor lokal, janda bolong variegata itu juga banyak dicari oleh orang-orang luar negeri.
“Kalau harga lebih tinggi itu biasanya kolektor, jadi jarang. Kalau nggak yang minta dikirim online ke luar negeri,” terang Azis.

Namun, menurutnya masih ada tanaman lain yang sangat diincar masyarakat selama ‘demam’ tanaman hias di tengah pandemi. Tanaman itu adalah philodendron pink princess. Tanaman itu juga termasuk keluarga philodendron, seperti monstera variegata.

“Sekarang yang paling banyak peminat itu monstera, caladium, pink princess, itu harganya tinggi karena warnanya pink, dan kalau sudah tua itu satu daun berbentuk jadi 3. Philodendrum pink princess itu harganya tinggi juga,” kata Azis.

Namun, harganya tak melambung hingga puluhan juta seperti monstera variegata.

“Kalau pink princess itu Rp 2 juta, paling 3 atau 4 daun,” tutur Azis.

Azis mengatakan, demam tanaman hias ini sudah terasa sejak sebelum bulan Puasa. Namun, sesudah puasa ini semakin ramai. Di September ini, dia mengaku sudah meraup omzet sekitar Rp 70 juta

“Memang ramai karena pandemi ini. Saya mulai ramainya itu dari sebelum bulan puasa. Kalau di bulan September ini perkiraannya mungkin Rp 70 juta,” jelas Azis.

Tak berbeda jauh dengan Azis, Ahyar mengaku penjualannya selalu laris sesudah Lebaran di tengah pandemi. Ia pun bisa meraup omzet hingga sekitar Rp 50 juta selama September.

“Ya alhamdulillah. Dibandingkan sebelum Lebaran lumayan. Ya omzet saya relatif, namanya orang dagang, kadang penjualan sehari Rp 3-4 juta, tapi kalau punya barang langsung diambil semua. Ya tergantung stok juga. Sebulan ini ya saya modal kecil ya sekitar Rp 50 juta, kalau kita kumpul-kumpul dapat pemutarannya segitu,” urai Ahyar ketika dihubungi detikcom secara terpisah.

Selama demam tanaman hias berlangsung, Ahyar mengaku selalu kehabisan stok tanamannya. Oleh sebab itu, ia juga harus berburu tanaman hias untuk pembibitan, kemudian dijual kembali.

“Kalau saya memang nggak ada bibitan, jadi saya memburu juga ke Bogor, pokoknya ke semak-semak yang di desa-desa, ada kalanya dapat,” pungkas dia ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : finance.detik