PT Rifanfinancindo | Target Jokowi Bidik Ekonomi 5% Tahun Depan Dinilai Ketinggian

PT Rifanfinancindo | Target Jokowi Bidik Ekonomi 5% Tahun Depan Dinilai Ketinggian

PT Rifan Financindo – Jakarta Pertumbuhan ekonomi nasional tahun depan ditargetkan berada di kisaran 5%-5,5%. Namun target ini disebut tidak realistis mengingat penanganan kasus COVID-19 yang masih jauh dari penyelesaian.

Wakil Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengungkapkan kasus aktif COVID-19 saat ini masih tinggi dan menimbulkan ketidakpastian pada perekonomian.

“Ketidakpastian 2022 masih tinggi, target (ekonomi) ini optimis namun kurang realistis. Masalahnya sampai hari ini kita masih menangani kasus COVID-19 yang bergeser dari Jawa-Bali ke luar Jawa-Bali, kata dia dalam diskusi virtual.

Eko menyebut dibutuhkan upaya ekstra kuat dari pemerintah untuk mendorong konsumsi, investasi dan ekspor untuk mencapai target pertumbuhan tersebut. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka mustahil akan tercapai.

“Mudah-mudahan nggak meleset 5% – 5,5%, meski masih sulit dicapai. Realistisnya masih di bawah 5%,” ujarnya.

Eko bahkan menyebut hal ini juga akan mempengaruhi target pengangguran terbuka pemerintah yang berada di rentang 5,5% – 6,3%. Saat ini memang sangat bergantung pada cepatnya pemulihan sektor perdagangan, industri dan pengendalian pandemi.

Sektor investasi menjadi kunci yang menentukan indeks pengangguran ini. Lalu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi bantalan penyerapan tenaga kerja.

“Jika pemulihan di UMKM dipercepat, saya optimis pengangguran bisa turun. Lalu ketika permintaan meningkat maka UMKM itu akan langsung menambah lapangan kerja,” tambahnya.

Bahkan kalangan pengusaha mengungkapkan dibutuhkan pemulihan kesehatan yang menjadi kunci kebangkitan ekonomi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan jika pengusaha juga mendukung dengan memberi masukan dan mengoreksi.

Menurut Arsjad, pemerintah harus menjalankan segitiga kebijakan dalam situasi pandemi. “Kesehatan dipulihkan, roda ekonomi berjalan dan perlindungan sosial diutamakan. Prinsipnya kita harus menerima secara realistis hidup dalam pandemi sebagai norma baru kehidupan,” jelasnya.

Perpanjangan PPKM misalnya, Kadin Indonesia atau dunia usaha menerima karena itu pasti diperhitungkan secara matang. Akan tetapi, pemerintah juga harus mempertimbangkan sektor seperti manufaktur dan ritel untuk dibuka sepenuhnya dengan syarat pekerjanya protokol kesehatan dijalankan secara ketat dan vaksinasi seluruh pekerjanya dijalankan.

Menurutnya, bagaimana pun roda ekonomi tidak bisa dihentikan. Dia bilang, hal itu adalah bentuk adaptasi dalam hidup bersama COVID-19 yang tak dapat dihindarkan. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo
Sumber : finance.detik