Rifan Financindo | Reli Dolar Australia Terhenti, Pantau Negosiasi Dagang AS-China

Rifan Financindo –  Dolar Australia melemah terhadap Greenback dan Kiwi pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini (8/Januari), setelah data Neraca Perdagangan menunjukkan penurunan surplus untuk kedua kali beruntun. Saat berita ditulis, pasangan mata uang AUD/USD telah menurun 0.42 persen ke kisaran 0.7118, sementara AUD/NZD melandai 0.13 persen ke kisaran 1.0564 pada timeframe Daily.

rifan-pekanbaru

Tadi pagi, Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa Neraca Perdagangan anjlok dari 2.316 Milyar menjadi 1.930 Milyar pada bulan November 2018. Angka tersebut mengindikasikan perlambatan sektor perdagangan luar negeri yang lebih buruk dibandingkan ekspektasi awal yang memperkirakan penurunan hanya sampai 2.230 Milyar saja.

Dolar Australia yang sebelumnya sempat rebound dari level terendah karena didongkrak oleh pelemahan Dolar AS pasca pernyataan dovish pimpinan bank sentral AS, mulai melepas penguatannya seusai dirilisnya data ini. Namun demikian, pelaku pasar masih mengamati perkembangan dari perundingan perdagangan AS-China yang diproyeksikan berimbas pula bagi Australia, sebelum menggerakkan AUD lebih jauh lagi.

Perundingan perdagangan antara AS-China telah dimulai pada hari Senin kemarin di Beijing dan dijadwalkan akan berlangsung hingga hari ini. Kementrian Luar Negeri China menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mengekspresikan kesediaan untuk bekerjasama dalam mengimplementasikan keinginan presiden masing-masing. Namun, hingga kini, belum muncul bocoran tertentu dari perundingan tingkat wakil menteri tersebut.

Diskusi preliminer ini akan menentukan apakah AS bakal menaikkan tarif impor atas produk-produk China pada bulan Maret mendatang -dan memicu ronde baru dalam perang dagang. Perlambatan ekonomi China yang berlangsung sejak akhir 2018 menggarisbawahi pentingnya kesepakatan dagang dengan AS bagi negeri Tirai Bambu dan partner-partner dagangnya, termasuk Australia. Di sisi lain, kemerosotan pendapatan perusahaan-perusahaan multinasional AS pada kuartal terakhir 2018 menandakan bahwa Amerika Serikat juga harus menanggung konsekuensi negatif jika bersikeras memperpanjang konflik. ( Mbs )

Lihat Juga :  Rifan Financindo

 

Sumber : seputarforex