Harga Emas Masih Di Level Rendah, Pasar Amati Pilpres AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas pada hari Selasa (08/11) terpantau masih di level rendah dan cenderung flat pasca rilis data neraca perdagangan Tiongkok. Sebagian besar pelaku pasar fokus memantau pemilihan Presiden AS yang akan dimulai hari ini. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,283 dolar AS.

harga emas di level rendah, investor tunggu pilpres AS

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka utnuk pengiriman bulan Desember naik tipis sebesar 0.34 persen menjadi 1,282 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak berjangka untuk pengiriman bulan Desember merangkak naik ke level 18.24 dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Desember diperdagangkan turun sebesar 0.17 persen ke kisaran level harga 2.305 dolar AS per pound.

 

Neraca Perdagangan China Di bawah Ekspektasi

Di samping hal tersebut, adapun rilis data neraca perdagangan di negara yang merupakan konsumen emas terbesar, China. Neraca perdagangan Tiongkok tersebut menunjukkan kenaikan, tetapi di bawah ekspektasi yakni menjadi 49.06 miliar dari 41.99 miliar. Sementara itu, data ekspor China mengalami penurunan hingga 7.3 persen YoY dan sektor impor menyusut 1.4 persen daripada rilis data sebelumnya yang menurun 1.9 persen.

 

Investor Menanti Hasil Pilpres AS

Pada pekan pekan lalu harga emas mampu meningkat hingga sebesar 2.2 persen seiring dengan naiknya permintaan aset safe haven karena keunggulan Donal Trump dalam beberapa poling. Akan tetapi, selama sesi perdagangan hari Senin kemarin, harga emas terus mengalami penurunan dari level tingginya setelah Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) mengumumkan bahwa Hillary Clinton tidak akan dituntut dan dinyatakan tidak bersalah atas kasus penggunaan email pribadi ketika dirinya masih menjabat Menteri Luar Negeri AS.

Kondisi tersebut menyebabkan rata-rata hasil poling terbaru dari RealClear Politics mengindikasikan keunggulan Clinton yang berhasil mendapatkan 47.2% suara dan Trump hanya 44.3% suara. Selain itu, beberapa analis menuturkan, adanya peluang kemenangan Hillary Clinton ini diperkirakan akan membuat sentimen positif bagi mata uang dolar AS, tetapi akan mendorong harga emas tertekan dan cenderung bearish (menurun).

Namun sebaliknya, apabila Pemilu Presiden AS dimenangkan oleh Donal Trump maka ketidakpastian pasar akan terjadi sehingga memicu pelemahan dolar AS. Hal tersebut diprediksi bisa membuat minat investor terhadap aset safe haven tinggi dan akan menyebabkan kenaikan terhadap harga emas.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex