Rifan Financindo | Dolar AS Mixed Setelah Rentetan Pengumuman Rate Bank-Bank Sentral

Rifan Financindo – Kinerja Dolar AS beragam terhadap mata uang-mata uang mayor di sesi perdagangan Jumat (20/September) dini hari, pasca Rate Cut The Fed. Indeks Philly Fed Manufacturing yang dirilis melebihi ekspektasi, tampaknya tak banyak memberikan pengaruh pada nilai tukar Dolar AS. Lagipula, data tersebut tergolong sebagai indikator berdampak medium.

Indeks Philly Fed Manufacturing Turun

Philadelphia Fed Manufacturing Index atau yang disebut juga dengan Indeks Philly Fed Manufacturing, tercatat turun 4.8 poin ke angka 12, di bulan September ini. Meskipun demikian, hasil tersebut lebih tinggi daripada ekspektasi penurunan ke angka 10.

united-states-philadelphia-fed-manufacturing-index

PMI Manufaktur AS versi Fed Philadelphia
Indeks Manufaktur AS Philly (Philadelphia) Fed dibuat berdasarkan survei terhadap para pelaku manufaktur di wilayah Philadelphia, mengenai prospek bisnis dan perekonomian AS.

Dolar AS Beragam, Indeks Dolar Terkonsolidasi

Data Manufaktur rilisan The Fed Philadelphia tersebut kalah dominan dengan rentetan kebijakan bank sentral yang dirilis tadi siang, termasuk kebijakan moneter The Fed yang memotong suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini.

Dolar AS melemah versus Euro, dan dua mata uang safe haven, yakni Yen dan Franc Swiss. Namun, mata uang AS tersebut lebih unggul ketimbang mata uang-mata uang Antipodean. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan trend konsolidasi di level 98.2 sejak tanggal 13 September.

dxy

Setelah pasar dihebohkan dengan pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, tiga bank sentral lain–Swiss National Bank, BoJ, dan BoE–justru mempertahankan Rate mereka. Namun demikian ada kesamaan di antara semua kebijakan bank sentral tersebut: mereka sama-sama lebih hawkish daripada estimasi pasar.

Brian Daingerfield, pakar dari RBS Securities, mengatakan bahwa bank-bank sentral sudah beranjak dari risiko dan sentimen yang sangat buruk pada bulan Agustus lalu; tepatnya ketika katalis-katalis dari sisi geopolitik pada bulan September ini mulai bergerak ke arah yang positif.

“Namun, begitu masuk ke bulan September, eskalasi perang dagang AS-China kembali mereda, pasar memang masih mengantisipasi kemungkinan No Deal Brexit dalam jangka pendek, tetapi ada persiapan pemilu Inggris setelahnya. Sejumlah data ekonomi pun sedikit membaik,” demikian ungkap analis tersebut.

 ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex