0

Rifan Financindo | Emas Diprediksi Menguat Terbatas Pekan Depan

Rifan Financindo | Emas Diprediksi Menguat Terbatas Pekan Depan

Rifan Financindo – Jakarta Setelah bergerak fluktuatif, pasar emas dunia mengakhiri pekan kemarin di zona positif. Salah satu yang membuat pasar emas dunia bergejolak adalah pemilu AS.

Menurut survei harga emas oleh Kitco News Weekly yang dilansir, Minggu (11/10/2020), tren positif harga emas diperkirakan akan berlanjut di pekan depan.

Meskipun ada sentimen positif yang kuat di pasar, namun ada pertanyaannya yang timbul apakah emas memiliki momentum yang cukup untuk mendorong kembali harga emas ke atas level US$ 2.000 per ons dalam waktu dekat.

 “Kami melihat beberapa potensi kenaikan jangka pendek dalam tren turun yang lebih besar. Kami masih perlu melihat apakah momentum ini bisa bertahan,” kata Presiden Analisis Darin Newsom, Darin Newsom.

Pada survei minggu ini ada 17 analis yang berpartisipasi. Sebanyak 13 pemilih atau 76%, meyakini adanya kenaikan harga emas. Kemudian satu analis atau 6% memprediksi harga akan turun dan tiga analis atau 18% meyakini harga bergerak ke samping.

Meskipun sentimen di antara pemilih ritel tetap bullish, minat pada logam mulia turun signifikan karena harga terus berkonsolidasi.

Selain itu tingkat partisipasi dalam survei online mingguan Kitco News terus turun dan menjadi yang terendah sejak akhir Juni.

Minggu lalu misalnya ada sebanyak 1.164 suara diberikan dalam survei. Di antara itu, ada 628 pemilih atau 54% meyakini harga emas akan bullish pada emas pekan ini. Lalu 309 lainnya, atau 27% memprediksi bearish, sementara 227 pemilih atau 20%, netral.

Meskipun pada pekan depan analis melihat ruang lebih besar bagi harga emas untuk naik, mereka tidak yakin bahwa harga akan menembus di atas US$ 2.000 dalam waktu dekat.

“Saya memperkirakan harga emas akan bergerak lebih tinggi minggu depan tetapi ini benar-benar hanya kenaikan dalam kisaran perdagangan yang lebih luas,” kata Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management.

Cieszynski menambahkan bahwa emas membutuhkan lebih banyak pengeluaran stimulus untuk mencapai level tertinggi baru sepanjang masa.

Namun, analis lain memperkirakan bahwa ini hanya bisa menjadi awal dari tren pergerakan baru emas.

Adrian Day, presiden dan CEO Adrian Day Asset Management, mengatakan bahwa pergerakan harga emas akan ada dua langkah, pertama investor akan mundur, kemudian investor akan kembali ke pasar. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo
Sumber : finance.detik

Tinggalkan Balasan