Rifan Financindo | Franc Swiss Terus Terapresiasi, Ketua SNB Tolak Berkomentar

Rifan Financindo – Ketua Swiss National Bank (SNB) Thomas Jordan menolak berkomentar tentang nilai tukar Franc Swiss yang terus menguat. Hingga Selasa (03/Agustus) malam ini, mata uang yang kerap disebut Swissy tersebut sudah memuncaki level tertinggi dua tahun versus Euro, level yang diperkirakan perlu untuk dilakukan intervensi.

jordan

Di tengah lonjakan mata uang Swiss sebagai safe-haven, Jordan hari ini memimpin peluncuran uang kertas 100 franc baru oleh bank sentral Swiss, yang merupakan perombakan dari uang kertas sebelumnya. Dalam event tersebut, Ketua SNB itu tak mau menanggapi pertanyaan media soal penguatan Franc.

“Saya akan menjawab pertanyaan tentang uang kertas 100 franc yang baru ini, dan tidak akan berkomentar soal kebijakan moneter kami,” tukas Jordan.

Sepanjang tahun 2019, Franc sudah menguat sebanyak 4 persen terhadap Euro. Hal itu disebabkan oleh para investor yang memborong Franc sebagai safe haven dari perang dagang AS-China dan melambatnya ekonomi global. Saat kabar ini ditulis, EUR/CHF telah diperdagangkan di 1.08267, level terendah sejak bulan April 2017.

echf

Trend yang terjadi pada pasangan mata uang tersebut membangkitkan spekulasi bahwa SNB akan menambah longgar kebijakan moneternya. Padahal, suku bunga SNB saat ini sudah di level -0.75 persen. Jika tidak melalui suku bunga, bank sentral tersebut boleh jadi akan kembali mengintervensi mata uangnya. Terlepas dari hal itu, SNB dijadwalkan untuk mengumumkan update kebijakan moneternya pada tanggal 1 September mendatang.

Uang Kertas Baru Franc Swiss

Uang kertas baru keluaran SNB akan masuk sirkulasi pada tanggal 12 September mendatang. Peluncuran uang 100 franc tersebut adalah yang ke sekian kalinya setelah peluncuran desain baru untuk uang 10, 20, 50, 200, dan 1000 franc dalam tiga tahun terakhir. Jordan mengatakan bahwa walaupun metode pembayaran masa kini telah bervariasi, tetapi menurutnya, uang tunai masih sangat diperlukan karena keberadaannya tidak bergantung pada teknologi (seperti halnya uang digital) yang bisa saja mengalami gangguan.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex