Rifan Financindo | Harga Emas Justru Anjlok Setelah Rate Cut The Fed

Rifan Financindo  –  Harga emas justru jatuh setelah FOMC memutuskan untuk memotong suku bunga. Di sesi perdagangan Kamis (01/Agustus) malam ini, grafik XAU/USD menampilkan penurunan tajam hingga 1.21 persen ke level 1,413.70 dalam time frame harian. Namun demikian, jika dipantau lebih jauh, harga emas terbilang masih konsolidasi sejak tanggal 22 Juli.

xauusd

Komentar Powell Kurang Dovish

Kondisi ini terjadi karena The Fed tidak memberikan sinyal akan memotong suku bunganya lagi dalam beberapa waktu dekat. Ketua The Fed Jerome Powell malah menegaskan bahwa Rate Cut The Fed kali ini berbeda dengan Rate Cut yang pernah terjadi sekitar satu dekade lalu, karena bukanlah sebuah permulaan siklus panjang Rate-Cutting seperti yang terjadi dalam kondisi resesi.

“Saya jelaskan di sini: Ini bukanlah awal dari sebuah rangkaian pemotongan suku bunga yang panjang,” kata Powell dalam konferensi pers-nya setelah pengumuman kebijakan.

“Maksud saya, ini tidak akan menjadi sesuatu yang seperti itu (pemotongan suku bunga terus menerus). Jika Anda sempat memperkirakan siklus pemotongan bunga, dimana akan terjadi dalam waktu yang lama, maka bukan itu yang menjadi kebijakan komite (saat ini), …” sambung Powell.

Analis: Penurunan Harga Emas Terbatas

Pasar yang mengekspektasikan komentar yang lebih dovish daripada itu, akhirnya memutuskan untuk melepaskan emas mereka. Harga emas spot, yang merefleksikan perdagangan bullion, diperdagangkan di posisi $1,419.30 per ounce pada pukul 18:10 GMT. Sedangkan harga emas futures untuk pengiriman Agustus di Comex New York turun 0.3 persen ke $1,426.10.

“Pasar yang mencari pemotongan suku bunga dengan sentimen dovish, tidak mendapatkan apa yang mereka cari … Dan isyarat yang tersirat dalam pernyataan FOMC, tidak kuat mengindikasikan akan adanya pemotongan suku bunga lagi dalam waktu dekat walaupun pintunya masih terbuka.” kata Tai Wong, analis dari BMO.

Kendati demikian, harga emas tidak sepenuhnya kehilangan harapan untuk mendulang kenaikan. Tim analis dari MKS PAMP menuliskan dalam catatannya bahwa penurunan harga emas akan terbatas. Selain FOMC, masih ada sejumlah event berisiko yang dapat menyediakan dukungan bagi bullish emas, di antaranya adalah No Deal Brexit dan alotnya negosiasi AS-China untuk mencapai kesepakatan perdagangan.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex