Rifan Financindo | Harga Emas Naik Pesat Di Tengah Perang Teknologi AS-China

 – Harga emas melonjak di sesi New York Kamis (23/Mei) malam ini, akibat Dolar AS yang mendadak mundur. Harga emas spot menanjak 1 persen ke $1,285.63 per ounce pada pukul 22:22 WIB, setelah sempat menyentuh $1,268.97, level terendah sejak tanggal 3 Mei pada hari Selasa lalu. Sementara harga emas futures di Comex New York, naik 0.9 persen ke $1,285.50 per ounce.

XAU/USD melesat 0.92 persen ke 1,284.90 dalam time frame harian saat berita ini ditulis. Kenaikan ini adalah yang pertama kalinya setelah penurunan konsisten sejak tanggal 14 Mei.

xauusd

The Fed Bersabar, Pasar Hidupkan Lagi Peluang Rate Cut

Para pembuat kebijakan di bank sentral AS, dalam notulen dari rapat FOMC terakhir, dikatakan telah menyepakati pendekatan untuk bersabar dalam menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter saat ini akan dipertahankan untuk beberapa waktu ke depan.

Suku bunga yang lebih rendah akan cenderung mengangkat harga emas, karena investor akan lebih memilih aset non-yielding.Menurut analis ABN Amro, Georgette Boele, harga emas saat ini terdukung menguat karena yield obligasi menurun dan pasar ekuitas juga memerah.

Sedangkan Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank lebih menyoroti bullish emas dari sisi Dolar AS. Indeks Dolar, yang di sesi perdagangan sebelumnya sempat bertahan di level tertinggi dua tahun, yakni di 98.73, akhirnya merosot 0.19 persen ke 97.90.

“Kita telah melihat reversal tajam dalam Dolar AS, dan hal itu membantu emas untuk melambungkan harga,” kata Cooper. “Setelah Federal Reserve AS mengatakan bahwa mereka masih akan bersabar, pasar pun mengasumsinya sebagai sebuah isyarat yang positif. Namun, mereka mulai kembali memperkirakan kemungkinan pemotongan suku bunga.”

Perang Dingin Sektor Teknologi AS-China

Gugurnya saham-saham dunia malam ini diakibatkan oleh perkembangan konflik perdagangan AS-China. Berawal dari perang bea impor, perseteruan kedua negara tersebut kini menjalar ke sektor teknologi. Menanggapi wacana pemblokiran Huawei, China mengatakan bahwa AS harus mengoreksi “tindakan kelirunya” terlebih dahulu supaya negosiasi perdagangan dapat dilanjutkan.