0

Rifan Financindo | IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 5.062

Rifan Financindo | IHSG Dibuka Menguat Tipis ke 5.062

Rifan Financindo – Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat. IHSG dibuka naik 3 poin (0,07%) ke level 5.062.

Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.825.

Pada pukul 09.03 JATS, Kamis (17/9/2020), IHSG naik 23 poin (0,47%) ke level 5.081. Sementara indeks LQ45 naik 3,5 poin (0,46%) ke 784.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 28.032,38 (+0,13%), NASDAQ ditutup 11.050,47 (-1,25%), S&P 500 ditutup 3.385,49 (-0,46%).

Bursa saham AS ditutup bercampur dan cenderung melemah. Penurunan terjadi setelah The Fed memberikan sinyal bahwa inflasi terus berada di bawah target jangka panjang The Fed, maka kebijakan suku bunga akan cenderung sama untuk jangka panjang yaitu tidak ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain itu The Fed juga mengatakan bahwa ekonomi akan memburuk apabila pemerintah masih menahan stimulus fiskal seperti memberikan bantuan langsung kepada pengangguran yang terjadi karena pandemi COVID-19. Bursa saham Asia dibuka melemah setelah mendengar pernyataan dari The Fed untuk menahan suku bunga di level 0-0,25%.

Berikut pergerakan Bursa Asia pagi ini:

  • Indeks Nikkei 225 berkurang 152 poin ke 23.323
  • Indeks Hang Seng melemah 285 poin ke 24.440
  • Indeks Shanghai turun 23 poin ke 3.259
  • Indeks Strait Times bertambah 6 poin ke 2.509

Bank of England (BoE) memberikan sinyal pihaknya akan menyiapkan banyak stimulus guna menekan lonjakan pengangguran dan kejutan-kejutan lainnya dari Brexit.

Stimulus yang dilakukan BoE adalah memangkas suku bunga ke level 0,1% atau menjadi rekor terendah dan meningkatkan program pembelian obligasi menjadi hampir US$ 1 triliun untuk meredakan dampak virus Corona.

Mengutip Reuters, Kamis (17/9/2020) ahli strategi suku bunga dan mata uang eropa di First State Investment, Anthony O’brien mengatakan satu atau dua dari sembilan pembuat kebijakan moneter di BoE memilih lebih banyak pembelian obligasi.

Federal Reserve (The Fed) berjanji mempertahankan suku bunga mendekati nol dan inflasi berada di atas sedikit 2% untuk beberapa waktu.

“Nada Notulen kemungkinan akan dovish dengan risiko penurunan menjadi lebih menonjol,” kata O’brien.

Inggris menjadi negara G7 yang ekonominya terkontraksi paling besar. Ekonomi Inggris pada April-Juni merosot 20%. Output bulanan pada akhir Juli adalah 12% di bawah level sebelum COVID-19. Meski begitu, pemulihan kemungkinan akan melambat karena pemerintah menghentikan skema perlindungan pekerjaan yang besar.

Ekspansi pembelian obligasi BoE diharapkan terjadi pada November. Anggota komite kebijakan moneter Michael Sanders mengatakan ekonomi Inggris akan membutuhkan banyak stimulus.

Sementara Kepala ekonom bank sentral, Andy Haldane yang tetap optimis tentang pemulihan ekonomi Inggris. Meskipun investor akan mengamati petunjuk dalam pernyataan tentang kemungkinan BoE menerapkan suku bunga negatif.

Gubernur Andrew Bailey dan beberapa koleganya telah menekankan bahwa mereka sedang mempertimbangkan pelajaran dari bank sentral lainnya, termasuk dari zona eropa dan Jepang untuk mengambil suku bunga di bawah nol.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.058,48 (-0,83%). Pelemahan didorong oleh sektor tambang (-1,63%) dan infrastruktur (-1,35%).

IHSG ditutup melemah didorong oleh profit taking menjelang pengumuman suku bunga The Fed dan Bank Indonesia (BI). Pergerakan masih akan dibayangi tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 28.032,38 (+0,13%), NASDAQ ditutup 11.050,47 (-1,25%), S&P 500 ditutup 3.385,49 (-0,46%).

Bursa saham AS ditutup bercampur dan cenderung melemah. Penurunan terjadi setelah The Fed memberikan sinyal bahwa inflasi terus berada di bawah target jangka panjang The Fed, maka kebijakan suku bunga akan cenderung sama untuk jangka panjang yaitu tidak ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Selain itu The Fed juga mengatakan bahwa ekonomi akan memburuk apabila pemerintah masih menahan stimulus fiskal seperti memberikan bantuan langsung kepada pengangguran yang terjadi karena pandemi COVID-19. Bursa saham Asia dibuka melemah setelah mendengar pernyataan dari The Fed untuk menahan suku bunga di level 0-0,25%

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.009-5.141. Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan tingginya kasus COVID-19 dari dalam negeri yang menembus rekor baru. Pergerakan diperkirakan akan cenderung terbatas menjelang penetapan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo

Sumber : finance.detik

Tinggalkan Balasan