Rifan Financindo | Kenaikan Harga Rumah Di China Catat Laju Terlemah Hampir 1 Tahun

Rifan Financindo – Pada hari Selasa (17/September), Biro Statistik China merilis data harga rumah di bulan Agustus yang mencatat pertumbuhan terlemah sejak Oktober 2018. Harga rumah yang dihimpun dari 70 kota besar China naik 8.8 persen YoY (Year-over-Year) di bulan Agustus, melambat dibandingkan kenaikan 9.7 persen di bulan Juli.

Kenaikan Harga Rumah Di China Catat

Dalam basis bulanan, harga rumah baru China hanya membukukan kenaikan 0.5 persen MoM saja, tercatat lebih lemah ketimbang data bulan Juli yang saat itu mencatat kenaikan 0.6 persen MoM, sekaligus menoreh rekor kenaikan bulanan terkecil sejak periode Februari. Kendati demikian, trend harga rumah di China masih berada di jalur positif, karena masih menandai kenaikan bulan ke-52 berturut turut.

Kenaikan harga rumah baru (New Home Price) negeri Tirai Bambu di bulan Agustus semakin melambat dari bulan sebelumnya, mengindikasikan kondisi ekonomi yang mendingin ditengah semakin menurunnya permintaan konsumen properti.

Yang Yewei, seorang analis yang berbasis di Beijing Southwest Securities, mencatat beberapa pengembang telah memilih untuk memotong harga ditengah meredupnya permintaan terhadap properti di China baru baru ini.

Pasar Nantikan Pembicaraan Dagang AS-China Pekan Ini

Perlambatan yang terjadi pada pasar properti China memang sangat dirasakan dalam beberapa kuartal terakhir, terutama sejak perang dagang meletus tahun lalu. Saat ini, fokus pelaku pasar masih tertuju pada serangkaian pembicaraan dagang AS-China yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal bulan Oktober mendatang.

Namun sebelumnya, kedua negara akan mengadakan pertemuan tingkat deputi pada hari Kamis pekan ini di Washington. Tujuan diadakannya pertemuan ini adalah untuk memperlancar proses negosiasi dagang tingkat menteri AS-China pada awal bulan depan.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif kamar dagang AS, Tom Donohue mengatakan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer menyampaikan bahwa tujuan pembicaraan dagang dengan China pada pekan ini adalah untuk mencari “kesepakatan nyata” mengenai masalah kekayaan intelektual dan transfer teknologi. Dalam pembicaraannya, Lighthizer juga mengisyaratkan bahwa pembicaraan dagang pekan ini akan membahas masalah pembelian produk pertanian AS dalam jumlah besar oleh China.

Tetapi, Lighthizer tidak memberi petunjuk lebih jauh tentang kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam ruang lingkup terbatas, seperti yang dikehendaki pihak China sebelumnya.

“Meskipun saya optimis tentang hal itu (pembicaraan dagang AS-China minggu ini), namun saya juga seorang yang realistis karena sejujurnya ini bukan masalah sederhana”, ungkap Donohue ketika ditanya tentang babak baru pembicaraan dagang.

 ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex