Rifan Financindo | Pasar Saham AS Loyo, Padahal Sempat Pecah Rekor

Rifan Financindo | Pasar Saham AS Loyo, Padahal Sempat Pecah Rekor

Rifan Financindo – Jakarta Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa waktu setempat. Indeks berbalik arah setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi.

Mengutip Reuters, Rabu (30/12/2020), pelemahan pasar saham AS terjadi disinyalir karena investor khawatir tentang apa yang akan terjadi setelah pembukaan kembali ekonomi dan menunggu kepastian Senat mengesahkan pemeriksaan bantuan pandemi tambahan atau tidak.

Berdasarkan data perdagangan kemarin kenaikan moderat terjadi di awal perdagangan membawa saham ke rekor intraday. Tetapi penguatan itu berbalik arah setelah Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell memblokir pertimbangan langsung dari wacana peningkatan pembayaran stimulus dari US$ 600 menjadi US$ 2.000.

McConnell mengatakan majelis akan membahas peningkatan pembayaran bantuan minggu ini bersama dengan rencana kebijakan batasan pada perusahaan teknologi besar dan integritas pemilu.

Komentar McConnell muncul sehari setelah Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin Partai Demokrat menyetujui langkah untuk menaikkan pembayaran langsung.

“Langkah Pemimpin Mayoritas McConnell untuk tidak mendukung pencairan $ 2.000 mengubah pasar ekuitas dari hijau menjadi merah sekitar tengah hari,” kata Joseph Sroka, kepala investasi di NovaPoint di Atlanta.

Hal itu menyebabkan Dow Jones Industrial Average turun 68,3 poin, atau 0,22% menjadi 30.335,67, S&P 500 kehilangan 8,32 poin, atau 0,22% menjadi 3.727,04 dan Nasdaq Composite turun 49,20 poin, atau 0,38% menjadi 12.850,22.

Volume perdagangan diperkirakan akan semakin sepi dalam sisa minggu terakhir di 2020 ini, sehingga menyebabkan meningkatkan volatilitas. S&P 500 naik 15,4% sepanjang tahun ini, dengan hanya menyisakan dua hari perdagangan tersisa pada tahun 2020.

Tiga indeks utama Wall Street sebetulnya dibuka pada level tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut setelah Trump menandatangani bantuan US$ 2,3 triliun yang memulihkan tunjangan pengangguran dan mencegah penutupan pemerintah federal. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo
Sumber : finance.detik