Panasnya Tensi Hubungan Korut-AS Picu Harga Emas Naik

Rifan Financindo Pekanbaru – Tensi politik di Korea Utara yang tengah tinggi dan pelemahan kurs Dolar, mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven meningkat. Harga emas di sesi Asia pada hari Senin (31/07) ini terpantau diperdagangkan di kisaran level harga tertinggi tujuh pekan.

Uji Coba Senjata Korea Utara Picu Harga Emas Naik

Harga Emas Dilambungkan Uji Coba Senjata Korea Utara

Harga emas ditopang oleh Dolar yang berada di level rendah dua setengah tahun, seiring dengan adanya peningkatan potensi risiko geopolitik karena Korea Utara. Pada hari Sabtu pekan lalu, Pemimpin Korut, Kim Jong-Un menyatakan bahwa Korea Utara saat ini memiliki misil yang mampu mencapai daratan AS.

Di samping itu, Kim juga menegaskan, percobaan senjata terbarunya adalah peringatan serius untuk Amerika Serikat. Perlu diketahui, Korut sudah menaikkan frekuensi uji coba senjatanya dan peluncuran misil hari Jumat minggu lalu merupakan kali kedua dalam bulan Juli.

Menanggapi kejadian tersebut, pada hari Minggu kemarin AS menerbangkan dua Supersonic B-1B Bombers ke semenanjung Korea. Pihak AS juga mengatakan, China, Jepang, dan Korea Selatan harus melakukan sesuatu setelah uji coba senjata tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson mengatakan bahwa uji coba senjata yang dipimpin Kim Jong-Un adalah tindakan berbahaya dan merupakan pelanggaran serius terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.

Prediksi Analis Tentang Pergerakan Emas Mendatang

Rob Haworth, Senior Analis di Bank Wealth Management berpendapat,”Meski ada risiko geopolitik di Korut, saya memandang harga emas masih sulit untuk menyentuh level harga kunci USD1,300.” Namun, Haworth menilai, masih ada ruang bagi investor untuk menaikkan posisi mereka; mengingat Dolar serta inflasi AS yang cenderung lemah dan hal ini menekan prospek rate hike Federal Reserve selanjutnya.

Selama sesi perdagangan akhir pekan lalu, harga emas didorong oleh lemahnya rilis data upah pekerja AS yang dipandang investor menghambat the Fed untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter-nya.

Sementara analis di Carsten Menke, Julius Baer mengungkapkan,”Reli harga emas bisa jadi tidak berlangsung lama karena ada tekanan jual pada pasar emas fisik, dan saya memprediksi harga emas akan menurun mendekati kisaran level harga USD1,200“.

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember pada Comex New York Mercantile Exchange naik tajam ke level harga 1,275 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD meningkat ke kisaran level harga 1,268 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menguat signifikan ke level Rp 598,000 dan harga buy backke level harga Rp 536,000.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex