Rifan Financindo | The Fed: Kenaikan Suku Bunga Tahun 2019 Tidak Memungkinkan

Rifan Financindo – Pada hari Rabu (20/3) waktu AS, The Fed mengkonfirmasi bahwa mereka telah menghapus semua kemungkinan untuk melakukan Rate Hike di tahun ini, dan akan menghentikan pengurangan Balance Sheet pada bulan September mendatang. Langkah The Fed yang dilakukan di tengah perlambatan ekonomi itu sekaligus menandai berakhirnya upaya pengetatan kebijakan moneter yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Alhasil, Dolar AS melemah tajam versus mata uang mayor lain.

The Fed : Kenaikan Suku Bunga Tahun

Selain menegaskan tidak ada rencana menaikkan suku bunga tahun ini, The Fed juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, dan inflasi, yang dinilai akan mendapat tantangan cukup berat dalam beberapa waktu ke depan. Secara keseluruhan, Statement FOMC kemarin lebih dovish dari perkiraan pasar sebelumnya.

Baca Juga :
  • PT RIFAN FINANCINDO | Sosialisasi Perdagangan Berjangka Harus Lebih Agresif: Masih Butuh Political Will Pemerintah
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi
  • PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu
  • RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan
  • PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor
  • RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi
  • RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi
  • RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai
  • PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB
  • PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan
  • RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras
  • PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya
  • PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun
  • PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop
  • PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK
  • RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat.

USD/JPY Berpotensi Naik Lagi

“Saya tidak pernah memperkirakan tentang Statement FOMC bulan ini, tetapi saya melihat mereka lebih dovish dari perkiraan sebelumnya,” kata Brian Jacobsen, ahli strategi investasi dari Wells Fargo Asset Management.

Bertolak Belakang Dengan Proyeksi Tahun 2018

Proyeksi kenaikan suku bunga The Fed untuk tahun 2019 dipangkas dari 2 kali menjadi nihil, sebagaimana dinyatakan oleh Ketua Fed, Jerome Powell, dalam konferensi pers pasca pertemuan FOMC bulan ini.

“Mungkin perlu beberapa waktu sebelum prospek lapangan kerja dan inflasi mengkonfirmasi dengan jelas untuk melakukan perubahan kebijakan. Sabar berarti kita tidak perlu terburu-buru mengambil tindakan (kebijakan),” kata Jerome Powell dalam konferensi pers FOMC.

Pandangan The Fed kali ini jauh berbeda dari tendensi kebijakan suku bunga tahun lalu, ketika para pembuat kebijakan tidak lagi melihat perlunya mengatur suku bunga ke level “restriktif”.

The Fed mengatakan bahwa pertumbuhan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan tetap menjadi skenario yang paling memungkinkan dalam perekonomian AS. Akan tetapi, keraguan muncul dari perlambatan belanja rumah tangga dan investasi bisnis di awal tahun ini, yang kemungkinan diakibatkan oleh semakin pudarnya dampak pemangkasan pajak besar-besaran oleh pemerintah AS tahun lalu.

Para pembuat kebijakan Fed juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 2.1 persen tahun 2019, jauh di bawah pertumbuhan 3 persen seperti yang terlihat pada tahun 2018. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dilakukan setelah melihat perlambatan aktivitas ekonomi domestik dan ketidakpastian ekonomi global.

Fed Dovish, Dolar AS Rontok

Pernyataan Fed yang ternyata lebih dovish dari perkiraan memicu aksi sell-off  yang langsung melemahkan Dolar AS terhadap mata uang mayor lain. Pelemahan itu tercermin dari pergerakan Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang lainnya. Pagi ini (21/Maret), DXY terpantau bergerak di kisaran 95.88, melanjutkan penurunan di hari sebelumnya yang mencapai hingga 0.50 persen.( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo
Sumber : seputarforex