Rifan Financindo | Waspada La Nina, Harga Ikan Bisa Makin Mahal

Rifan Financindo | Waspada La Nina, Harga Ikan Bisa Makin Mahal

 

Rifan Financindo – Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) meramal akan terjadi kenaikan harga ikan jika Indonesia dilanda fenomena alam La Nina. Fenomena alam ini merupakan peningkatan curah hujan yang tinggi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, jika fenomena itu terjadi akan menyebabkan para nelayan sulit untuk mencari ikan. Dengan suplai yang menurunkan maka harga akan terkerek naik.

“Kalau memang La Nina itu menyerang, misalnya ke pantai-pantai di Papua, Sulawesi yang menyebabkan nelayan tidak dapat melaut, ini akan terdampak pada suplai ikan-ikanan tersebut. Jadi kalau suplai ikan-ikanan terdampak, tentu akan sangat mempengaruhi komoditas ikan-ikanan tersebut,” tuturnya dalam konferensi pers, Rabu (1/9/2021).

 Pada Agustus 2021, BPS juga mencatat komoditas ikan mengalami kenaikan harga. Andil dari ikan segar terhadap inflasi di Agustus 2021 mencapai 0,01%.

“Peningkatan yang terjadi untuk ikan-ikanan ini biasanya terkait suplai yang terbatas, dan suplai yang terbatas juga disebabkan musim. Saya tidak tahu apakah ini diakibatkan La Nina atau perubahan musim lain atau adanya musim ombak tinggi dan sebagainya,” ucapnya.

Meski belum bisa memastikan apakah dampak La Nina sudah terasa di komoditas ikan, namun Sutanto meyakini bahwa kenaikan harga ikan-ikanan ini memang bersifat musiman. Hal yang biasanya mempengaruhi adalah faktor alam.

“Intinya yang bersifat musiman, yang terjadi untuk komoditas ikan-ikanan ini bisa kita pastikan bahwa nelayan tidak bisa melaut dan sebagainya. Akibat terbatasnya pasokan ikan-ikanan tersebut, mungkin karena musim atau terkait La Nina,” tutupnya. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : finance.detik