Rifanfinancindo | Bullish Emas Didukung Fed Rate Cut Dan Tensi AS-Iran

Rifanfinancindo – Mengawali pekan ini, harga emas tampak masih melanjutkan kenaikan ke dekat level tinggi enam pekan. Seperti yang tampak dalam grafik XAU/USD di bawah ini, harga emas diperdagangkan di 1,409.78, naik 0.8 persen melanjutkan level yang terbentuk di akhir pekan lalu.

xauusd

Sementara itu, harga emas spot naik 0.5 persen ke $1,405 per ounce pada pukul 19:40 WIB, mempertahankan kenaikan dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Jumat lalu, harga emas spot bahkan mencapai $1,410.78, tertinggi sejak tanggal 4 September 2013. Sedangkan emas futures di Comex New York naik 0.9 persen menuju $1,412.25 per troy ounce, level tertinggi sejak Juli 2014.

Emas Terdukung Sinyal Dovish Bank-Bank Sentral

Lemahnya Dolar AS akibat sinyal dovish bank sentral AS menjadi penopang bagi bullish emas pada hari Senin (24/Juni) ini. Saat berita ditulis, Indeks Dolar AS berkubang di level rendah 96.6. Minggu lalu, Ketua The Fed Jerome Powell akhirnya mengikuti jejak ECB dan BoJ, untuk bersiap memotong suku bunga apabila pertumbuhan ekonomi membutuhkan.

“Lemahnya Dolar AS, gambaran teknikal (harga) emas, dan minat para investor sendiri, merupakan faktor-faktor penopang, khususnya setelah inflow masif ke emas yang terjadi di bursa-bursa perdagangan,” kata Eugen Weinberg, analis emas dari Commerzbank. Selain faktor-faktor itu, ia juga menambahkan bahwa tensi antara AS dan Iran turut membantu penguatan harga emas.

Sanksi Keras AS Pada Iran

Penembakan yang dilakukan oleh tentara Iran pada drone tanpa awak AS pekan lalu, berbuntut panjang. Presiden Trump telah mengumumkan bahwa ia sudah menandatangani perintah khusus untuk melancarkan serangan militer ke Iran, meski pada akhirnya dibatalkan. Dalam surat perintah itu, AS menyatakan akan menentang supremasi Ayatollah Khomeini dan memblokir akses ke instrumen finansial para pejabat tinggi Iran saat ini.

Sebelumnya, Mike Pompeo selaku Sekretaris Negara AS juga sudah mengupayakan pembentukan “koalisi global” untuk melawan Iran. Sejauh ini, Pompeo sudah menggelar pertemuan dengan Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex