Rifanfinancindo | Dolar AS Kembali Bearish Di Tengah Memudarnya Optimisme Pasar

Rifanfinancindo – Memudarnya euforia pasar atas kesepakatan perdagangan AS-China minggu lalu telah menekan pergerakan Dolar AS dalam dua sesi perdagangan terakhir. Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) berada di kisaran 96.70, menjauhi level tertinggi 2 pekan yang tersentuh di level 96.88.

Dolar AS Berjuang Bangkit Ditengah

Permintaan Safe Haven Meningkat, USD/JPY Merosot

Sebelumnya, Pertemuan Trump dan Xi Jinping akhir pekan lalu telah mendorong optimisme pasar terhadap prospek penyelesaian perang dagang. Pelaku pasar melihat kemungkinan Fed tidak jadi menurunkan suku bunga apabila perang dagang AS-China berakhir. Namun, tidak adanya kesepakatan substansial yang tercapai pada pertemuan di KTT G20 itu membuat euforia tidak bertahan lama.

Akibatnya, kondisi pasar saat ini bisa dikatakan sama dengan sebelum pertemuan Trump-Xi, dan mendorong kembalinya permintaan terhadap safe haven. Hal ini tercermin pada pair USD/JPY yang kembali merosot pada perdagangan pagi ini dan sempat menyentuh kisaran 107.53.

Menurut Shinichiro Kadota, ahli strategi senior Barclays di Tokyo, naiknya minat terhadap safe haven tidak hanya disebabkan oleh optimisme pasar yang sudah berkurang, tapi juga kekhawatiran terhadap kondisi global setelah pernyataan Mark Carney.

“Dolar AS kembali tertekan hingga berada di bawah level 108 terhadap Yen, sehubungan dengan komentar dovish gubernur BoE, Mark Carney, yang menekan obligasi global sehingga permintaan pasar terhadap aset safe haven kembali meningkat,” kata Shinichiro Kadota.

Statement RBA Lowe Kurang Dovish, AUD Menguat

Sementara itu, pergerakan Dolar AS terhadap major currencies lain cukup beragam. Pair AUD/USD justru bergerak meninggi setelah RBA menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin menjadi 1.0 persen, karena ditunjang oleh Statement gubernur RBA, Philp Lowe, yang dianggap tidak se-dovish ekspektasi pasar.

Lowe mengatakan bahwa masih banyak opsi yang bisa diambil pemerintah untuk menggenjot perekonomian, seperti peningkatan investasi dan belanja infrastruktur. Pasar mencerna Statement Lowe sebagai petunjuk bahwa Bank Sentral Australia tidak ingin terburu-buru memangkas suku bunga lagi di tahun ini.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex