0

Rifanfinancindo | GDP Inggris Bantu Sterling Rebound, Reli Diprediksi Terbatas

Rifanfinancindo – Poundsterling melonjak sekitar 0.22 persen ke kisaran 1.2488 terhadap Dolar AS pada awal sesi Eropa hari ini (10/Juli), setelah publikasi data Gross Domestic Product (GDP) untuk kawasan Inggris yang melampaui ekspektasi. Akan tetapi, data ekonomi lain yang dirilis hampir bersamaan tetap menampilkan sinyal perlambatan. Para analis juga memprediksi kalau kemunduran ekonomi Inggris akan terus berlanjut sebagai akibat dari ketidakpastian brexit dan iklim politik.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

UK Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa perekonomian Inggris tumbuh 0.2 persen dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Mei 2019. Pencapaian itu melampaui ekspektasi yang hanya dipatok pada 0.1 persen. Pertumbuhan GDP bahkan mencapai 0.3 persen dalam bulan Mei, atau sukses menutup keterpurukan -0.4 persen pada bulan April.

Laporan ini amat bagus dari perspektif partisipan pasar mata uang, sehingga Sterling langsung beranjak dari level terendah tahun ini yang sempat dihuni pasca rilis data ritel kemarin. Namun demikian, reli yang terjadi boleh jadi akan dibatasi oleh prospek ekonomi ke depan yang tetap suram. Apalagi, data produksi manufaktur masih menunjukkan performa mengecewakan.

Produksi manufaktur Inggris hanya bertumbuh 1.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei 2019. Skor itu lebih baik dibandingkan -4.2 persen pada periode April, tetapi gagal memenuhi ekspektasi kenaikan 2.2 persen.

Pemulihan data GDP Inggris disinyalir karena kembali aktifnya para produsen mobil, setelah sempat memajukan jadwal maintenance agar bertepatan dengan deadline brexit sebelumnya (29 Maret dan 12 April). Artinya, rebound ini hanya membawa laju pertumbuhan ekonomi ke level mendekati tren normal saja, dan tidak mengindikasikan ekspansi ekonomi aktual.

“Memahami data pertumbuhan (ekonomi) Inggris tak bisa gamblang untuk sekarang. Perekonomian rebound 0.3 persen selama Mei, tetapi ini terutama digerakkan oleh (kembali aktifnya) produksi,” kata James Smith dari ING Bank. Lanjutnya, “Secara keseluruhan, pertumbuhan kuartal kedua (tahun 2019) akan flat, atau kemungkinan sedikit negatif. Pertumbuhan sepertinya (juga) takkan membaik secara dramatis pada kuartal ketiga, (sehingga) kami kira Bank of England (BoE) tak akan mengubah kebijakan dalam tahun ini.”

Hal senada disampaikan oleh Marc-André Fongern dari MAF Global Forex. Katanya, “Pertumbuhan ekonomi Inggris memang mengejutkan, khususnya di tengah latar data makroekonomi yang lemah belakangan ini. Namun, dikarenakan gonjang-ganjing politik, Pound Inggris kemungkinan tidak akan terapresiasi secara signifikan.” ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex

Tinggalkan Balasan