Rifanfinancindo | Harga Emas Jatuh Pasca Positifnya Data Penjualan Ritel AS

Rifanfinancindo – Harga emas turun setelah Dolar AS menguat merespon data Retail Sales AS yang melebihi ekspektasi. Hal tersebut juga menurunkan ekspektasi pasar akan agresivitas The Fed dalam memotong suku bunganya di akhir bulan ini.

Harga emas spot turun 0.6 persen ke $1,405.17 per ounce, sedangkan harga emas futures untuk pengiriman Agustus di Comex New York jatuh 0.47 persen ke $1,406.8 per ounce. Sementara itu, grafik XAU/USD berikut ini juga menunjukkan penurunan harga emas hingga 0.51 persen ke 1,407.17, level yang masih di kisaran konsolidasi sejak tanggal 10 Juli.

xauusd

Bullish Emas Bergantung Pada Pelemahan Data Makro AS

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Retail Sales AS Juni dalam basis bulanan naik 0.4 persen pada bulan Juni, melebihi ekspektasi kenaikan 0.1 persen. Demikian halnya dengan Core Retail Sales AS, yang menunjukkan kenaikan bulanan dengan persentase sama persis dengan headline Retail Sales.

Setelah rilis laporan tersebut, Dolar AS menguat dan harga emas turun. Kondisi ini terjadi bahkan walaupun Ketua The Fed telah menunjukkan sentimen dovish dalam pernyataan-pernyataannya pekan lalu. Menurut analis, emas membutuhkan penurunan dalam data makroekonomi AS apabila ingin mendulang kenaikan harga.

“Pasar emas lebih mengandalkan faktor-faktor makro untuk melesat naik. Jika kita melihat data yang menguat seperti angka Penjualan Ritel kali ini, maka hal tersebut menghadirkan guncangan bagi pasar (emas),” kata Suki Copper, analis logam mulia di Standard Charetered Bank.

“Event kunci yang sedang diawasi pasar adalah pertemuan FOMC pada bulan Juli dan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed, kita pun kini telah mengetahui bahwa ekspektasi tersebut sudah sedikit menurun,” tutur Cooper. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex