Rifanfinancindo | Harga Emas Jeblok Diterpa Penguatan Dolar AS

Rifanfinancindo – Harga emas turun di sesi perdagangan Rabu (27/Maret) malam akibat menguatnya Dolar AS, yang membuat para investor mengurangi posisi long pada bullion. Harga emas spot merosot dan menghapus perolehan di sesi sebelumnya, dengan diperdagangkan di $1,310.18 per ounce pada pukul 22:07 WIB. Padahal Senin lalu, harga emas spot sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan di $1,324.32. Sementara itu, grafik XAU/USD di bawah ini juga menunjukkan penurunan harga emas sebanyak 0.23 persen ke 1,312.35.

xauusd

Dolar AS terus menguat setelah yield obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahunan (US 10-year Treasury) meningkat hingga mencapai level 2.417 persen. Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY) naik 0.2 persen ke 96.43.

Sebelumnya, kemerosotan yield obligasi 10-tahunan AS yang menyebabkan fenomena Kurva Terbalik pada hari Senin lalu, sempat menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya resesi di Amerika Serikat. Harga emas pun sempat naik di tengah kepanikan pasar tersebut.

Namun hari ini, harga emas tak mampu lagi menahan besarnya permintaan pasar terhadap Dolar AS. Terlebih setelah Dolar AS diburu sebagai safe haven dari mata uang Antipodean yang jeblok.

“Penguatan Indeks Dolar AS baru-baru ini bertindak sebagai penghalang (kenaikan) harga logam mulia. Padahal, tekanan jual sudah konsisten sejak harga emas dan perak meninggalkan level tinggi pekan ini di $1,324,” kata Walter Pehowich, Executive Vice President di Dillon Gage Metals kepada Reuters.

Selain itu, para investor juga akan mengawasi ronde terbaru dari negosiasi perdagangan AS-China di Beijing besok, serta perkembangan Brexit. PM Theresa May dijadwalkan berpidato di hadapan anggota parlemen Konservatif, dalam upaya terakhir untuk mendapatkan dukungan terhadap kesepakatan Brexit-nya yang telah ditolak dua kali.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex