Rifanfinancindo | Harga Emas Turun Dilatarbelakangi Politik AS Dan Perang Dagang

Rifanfinancindo – Di sesi perdagangan Jumat (25/Januari) dini hari, harga emas spot berada di posisi $1,282.35 per ounce. Sedangkan harga emas futures AS turun 0.2 persen ke $1,281.40. Grafik harian XAU/USD di bawah ini juga masih menampilkan penurunan 0.17% ke 1,280.31.

xu

“Masih ada cukup faktor pendukung untuk menarik ulur harga emas, seperti Government Shutdown di AS dan volatilitas pasar saham belakangan ini,” kata Josh Graves, ahli komoditas senior di RJO Futures, Chicago. “Untuk saat ini, karena pasar saham sudah memantul naik, kami melihat sedikit penarikan mundur (Dolar AS) dan perilaku minat risiko yang lebih besar, sehingga harga emas stabil,” tambahnya.

Pengaruh Negosiasi Dagang AS-China

Menurut Graves, harga emas secara teknikal mengulang usaha untuk melewati kunci resisten psikologis di level 1,300 per ounce. Namun, usaha tersebut masih gagal karena tersendat oleh perkembangan negosiasi dagang AS-China. Tanggal 30 Januari mendatang, kedua negara tersebut akan kembali bertemu di meja negosiasi.

“Jika pertemuan tersebut menghasilkan optimisme, maka kita memperkirakan harga emas akan turun. Namun jika tidak, maka ia akan menjadi katalis yang dapat mendorong emas naik ke atas level $1,300,” ujar Josh Graves.

Permintaan Terhadap Emas Masih Akan Tinggi

Walaupun harga emas turun sejak akhir pekan lalu, para analis masih optimistis harga emas akan kembali menguat dalam jangka panjang. Sebab, isu terhentinya kenaikan suku bunga The Fed dan perlambatan global masih lebih mendominasi.

Latar belakang makroekonomi masih lebih positif untuk emas. Dengan demikian, kami perkirakan harga emas akan berlanjut mengambil keuntungan dari permintaan safe haven tahun ini,” kata analis Capital Economics, yang memperkirakan bahwa harga emas akan mencapai $1,350 per ons di akhir tahun ini.( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : finance.detik