Rifanfinancindo Pekanbaru,Harga Emas Solid, Didukung Kekacauan Politik AS Dan Lemahnya Dolar

Rifanfinancindo Pekanbaru –  Ketidakpastian politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump dan pelemahan kurs Dolar, membuat harga logam mulia emas solid di kisaran level harga tertinggi tujuh pekan. Harga emas di sesi Asia pada hari Selasa ini (01/08) terpantau naik kembali.

Harga Emas Solid, Didukung Kekacauan Politik AS Dan Lemahnya Dolar

Pada sesi perdagangan hari Senin malam kemarin, harga emas sempat turun tipis, tapi si kuning menutup perdagangan bulan Juli dengan harga yang solid sejalan dengan Dolar yang masih mengalami tekanan. Selama bulan Juli, harga emas mengalami kenaikan sebesar 2.1 persen, performa terbaik sejak bulan Februari.

Gejolak Politik AS Dorong Harga Emas Solid

Belum ada dua minggu menjabat, juru bicara Gedung Putih, Anthony Scaramucci, diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden AS, Donald Trump. Menurut kabar yang dilansir dari Reuters, keputusan tersebut datang dari Kepala Staff Gedung Putih yang baru, John Kelly.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pelantikan Anthony Scaramucci sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih telah menuai kontroversi beberapa waktu lalu. Hal ini terjadi karena Sean Spicer, Sekretaris Pers Gedung Putih, mengundurkan diri dari jabatannya setelah Donald Trump menunjuk Anthony Scaramucci. Gejolak politik dalam pemerintahan Trump tersebut melemahkan pergerakan kurs Dolar.

“Mengendurnya mata uang Dolar memberikan keuntungan bagi emas. Pelemahan Dolar ini tidak hanya terjadi terhadap mata uang Euro, tapi juga terhadap beberapa mata uang mayor lainnya“, ucap Eugen Weinberg, analis di Commerzbank. Menurut Weinberg, kondisi politik AS saat ini yang sangat kacau ditambah data ekonomi tidak menunjukkan perbaikan signifikan, sehingga memberikan dampak positif pada logam mulia emas.

Emas Didukung Pelemahan Data Ekonomi Dan Kekacauan Politik AS

Indeks Dolar AS, yang menjadi barometer kekuatan Greenback terhadap mata uang mayor lainnya, berada di level rendah 16 bulan. Kondisi tersebut menyebabkan harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing dan mendorong permintaan emas meningkat.

Beberapa analis di Standard Chartered berpendapat,”Tingginya tensi geopolitik dan kekacauan kondisi politik Negeri Paman Sam, ditambah lagi adanya pelemahan data ekonomi makro, terus menyokong harga emas”. Di samping itu, analis di FCStone, Edward Meir, juga menyatakan bahwa kombinasi Dolar yang melempem dan turunnya imbal hasil obligasi AS bisa jadi memicu harga emas naik lagi.

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember pada Comex New York Mercantile Exchange merangkak naik ke level harga 1,275 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD meningkat ke kisaran level harga 1,269 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk berada di level Rp 597,000 dan harga buy back ke level harga Rp 534,000.( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex