Rifanfinancindo | Sudah Oversold, Harga Emas Naik Pesat Pasca NFP

Rifanfinancindo  –  Harga emas melompat setelah Dolar AS turun mengabaikan kenaikan NFP AS. Logam mulia tersebut pun suskes menjauhi level rendah empat bulan yang tercapai sebelum rilis data Ketenagakerjaan AS, Jumat (03/Mei) malam ini.

Harga emas spot naik 0.8 persen ke $1,280.66 per ounce pada pukul 21:47 WIB. Kini, emas spot sedang menapaki jalur kenaikan terbesar sejak tanggal 8 Maret. Harga emas futures di Comex New York pun tak jauh berbeda, naik 0.8 persen ke $1,282.10 per ounce.

Lonjakan harga emas tampak jelas dalam grafik XAU/USD berikut ini. Dalam time frame harian, XAU/USD naik dari 1,270.18 ke 1,279.3. Kenaikan ini membayar lunas penurunan kemarin, dan mengantarkan XAU/USD ke level tinggi dua hari.

xauusd

“Pantulan naik yang kita saksikan terjadi karena emas sudah oversold. Dalam beberapa waktu ke depan, akan ada sejumlah aksi beli teknikal,” kata Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures.

“(Selain itu,) kabar baik dalam laporan Ketenagakerjaan AS sebetulnya sudah diantisipasi,” tambahnya.

NFP AS untuk bulan April meningkat sebanyak 263,000 dari 189,000 di bulan sebelumnya. Sementara Tingkat Pengangguran juga turun ke ke 3.6 persen, level terendah sejak akhir tahun 1969. Namun, data pertumbuhan pendapatan dan ISM PMI Non Manufaktur AS dinilai kurang memuaskan. Average Hourly Earnings AS stagnan di 0.2, sementara PMI Non Manufaktur AS merosot dari 56.1 ke 55.5.

Emas Masih Dalam Jalur Penurunan Mingguan

Kendati naik, harga emas sebenarnya masih dalam jalur penurunan mingguan yang sudah tercatat sebesar 0.4 persen. Hal ini terutama terjadi setelah Federal Reserve AS mengaburkan rumor pemotongan suku bunga yang sempat merebak. Oleh sebab itu, para analis memperingatkan para trader untuk waspada.

“Pasar mengekspektasikan bahwa tindakan The Fed selanjutnya adalah pemotongan suku bunga. Namun, (realitanya) tak ada (sinyal) pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, dan risiko kenaikan suku bunga malah naik lagi setelah pernyataan (Powell) tersebut,” tutur Peter Fertig, analis dari Quantitative Commodity Research.

( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )
Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex