Rifanfinancindo | Trump Ancam Naikkan Tarif, China : Kami Akan Persiapkan Langkah Balasan

​​​​​​​Rifanfinancindo  –  Ketegangan perdagangan antara AS dan China memasuki babak baru yang kian berkobar setelah Presiden Trump pada hari Rabu (08/Mei) mengatakan bahwa China melanggar komitmen yang sebelumnya telah dibuat. Tidak tanggung tanggung, Trump bahkan menyiratkan akan segera melakukan kenaikan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen pada import barang barang China senilai $200 Miliar pada Jumat besok.

Trump Ancam Naikkan Tarif, China : Kami

“Ngomong-ngomong, anda melihat tarif yang kami lakukan? Karena mereka (China) melanggar kesepakatan. Jadi mereka terbang kesini tapi akhirnya merusak kesepakatan. Mereka tidak bisa melakukan hal itu dan mereka akan membayar (konsekuensi)” kata Trump. Bahkan Trump menambahkan bahwa  AS tidak akan pernah mundur sampai China berhenti menipu dan mencuri pekerjaan kami.

Dalam statement-nya kemarin, Trump bahkan mengkaitkan sikap China yang melanggar komitmen dalam pembicaraan perdagangan disebabkan oleh faktor politik menjelang Pilpres AS 2020 mendatang. Trump mengatakan bahwa China keliru jika berharap negosiasi perdagangan kelak akan dilakukan dengan Presiden dari partai Demokrat.

“Alasan mundurnya China dan harapan diadakannya renegosiasi adalah karena mereka berharap bisa melakukan negosiasi dengan Joe Biden (bakal Capres Demokrat) yang dianggap sangat lemah. Saya dengan senang hati menjaga tarif import tetap berlaku”, kata Trump dalam cuitan Twitter.

China Persiapkan Aksi Balasan, Perang Dagang Kian Panas

Pernyataan dan ancaman terbaru Presiden Trump langsung direspon oleh pihak China yang mengatakan siap mengambil langkah langkah balasan apabila AS benar benar menaikkan tarif import menjadi 25 persen pada Jumat besok. “China sangat menyesalkan jika tarif import baru diterapkan AS dan siap mengambil tindakan balasan yang diperlukan”.

Pelaku pasar saat ini masih menanti seperti apa pertemuan antara wakil PM China, Liu He yang dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan perwakilan dagang AS pada minggu ini. Investor mengalihkan dana mereka dari aset beresiko menuju aset safe haven sebagai bentuk antisipasi menjelang pertemuan kedua belah pihak yang tidak tertutup kemungkinan akan berakhir deadlock.

Namun sebuah sumber terpercaya mengatakan bahwa wakil PM Liu He kemungkinan akan mencoba memberi penjelasan kepada pihak AS mengenai posisi Beijing dalam pembicaraan, sebagai bentuk upaya menjernihkan kesalahpahaman yang muncul. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo
Sumber : seputarforex