Rupiah Ditutup Melemah di Posisi Rp 13.118/USD

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini masih betah di zona merah alias melemah. Kondisi pelemaha rupiah sore ini terjadi di tengah mendatarnya USD terhadap yen dan euro.

Berdasarkan data Bloomberg, ?sore ini rupiah berada pada level Rp 13.118/USD atau melemah jika dibanding penutupan kemarin di posisi Rp 13.103/USD. Pergerakan mata uang nasional hari ini berada pada kisaran harian Rp 13.099-Rp 13.103/USD.

Menurut data dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp 13.121/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 13.120/USD.? Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berada di level Rp 13.120/USD dengan kisaran harian Rp 13.083-Rp 13.121/USD. Posisi rupiah terlihat menyusut dari pembukaan tadi pagi yang berada di level Rp 13.115/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp 13.120/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp 13.113/USD. ?Menurut data Reuters, Jumat (12/8) USD terhadap yen stabil di level 102,025 setelah kemarin tercatat naik 0,7%, dan sedang menuju kenaikan mingguan 0,25%. Selain itu, euro terhadap USD juga tercatat mendatar di level 1,11420 EUR setelah kehilangan 0,3%.

Meski tercatat mendatar, Indeks dolar yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama naik 0,06% menjadi 95,913. Namun, tetap berada di jalur untuk penurunan 0,3% sepanjang pekan ini.

Dolar Selandia Baru terhadap USD justru tergelincir 0,2% menjadi 0,7198, setelah kemarin melonjak di posisi 0,7351, tertinggi dalam lebih dari satu tahun setelah Reserve Bank of New Zealand memotong suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,0%. Selain itu, dolar Australia terhadap USD merosot 0,2% ke level 0,7685.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Instruksi Presiden (Inpres) yang berisi penghematan anggaran untuk belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp65 triliun, akan segera terbit.

Selain itu, Darmin memastikan penyesuaian belanja ini tidak akan mengganggu kegiatan ekonomi, karena dilakukan terhadap belanja operasional non prioritas yang tidak mendukung kinerja perekonomian secara keseluruhan.

Hingga saat ini, penyesuaian berupa penghematan anggaran ini telah menghasilkan efisiensi sebesar Rp6,5 triliun dari perjalanan dinas, rapat-rapat dan konsinyering serta Rp8,3 triliun dari belanja operasional K/L.

Sumber penghematan lainnya dari efisiensi yang dihasilkan dari proses lelang Kementerian Lembaga diantaranya melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 2,1 triliun dan Kementerian Kesehatan sebanyak Rp 875 miliar.(mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id/