Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.169/USD

Rifan Financindo Berjangka ? Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat 0,31% atau 41 poin ke Rp 13.169/USD, seiring pergerakan IHSG pada pembukaan Jumat (1/7), imbas dari rilis data inflasi. Sebelumnya mata uang nasional pada penutupan perdagangan Kamis (30/6), melemah53 poin atau 0,40% ke level Rp 13.210/USD.

Beradasarkan data Yahoo Finance, Jumat pagi ini, rupiah dibuka menguat 60 poin atau 0,45% ke level Rp 13.150/USD. Kemarin, rupiah berakhir terdepresiasi 60 poin atau 0,46% menjadi Rp 13.215/USD. Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan berkisar di level Rp 13.150-Rp 13.210/USD.

Menurut data Sindonews yang bersumber dari Limas, pada pembukaan pagi ini menguat ke posisi Rp 13.178/USD. Dimana kemarin ditutup melemah ke level Rp 13.220/USD. Rupiah diperkirakan hari ini berada di range Rp 13.153-Rp 13.203 per USD.

Sedangkan menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah hari Jumat (1/7), naik tipis ke level Rp 13.172/USD. Dimana kemarin dipatok Rp 13.180/USD.

Sementara itu, mata uang Inggris poundsterling masih belum pulih sejak dampak Brexit pekan lalu. Melansir Reuters, Jumat (1/7), Gubernur Bank of England, Mark Carney mengisyaratkan penurunan suku bunga ke depan demi pemulihan. Sterling diperdagangkan di level USD 1,3346, setelah hampir menyentuh USD 1,35 pada hari Kamis kemarin. Pound kehilangan hampir 8% setelah suara Brexit, dan merupakan yang terendah sejak tahun 1985.

Sterling mendapat tekanan ringan pada euro di level 1,1104 per EUR, setelah tergelincir kemarin dari 1,1155 EUR, tertinggi dalam enam hari. Dolar AS mundur terhadap yen, tapi mempertahankan sebagian besar keuntungan pada pekan ini. Greenback?nama lain USD?jatuh menjadi 99,00 yen, dimana terakhir diperdagangkan di ?102,88/USD.

Lembaga pemeringkat Standard & Poor?s menurunkan peringkat kredit Uni Eropa pada Kamis (30/6), mengutip kekhawatiran tentang kesatuan blok tersebut setelah Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa. Standard & Poor?s memangkas peringkat Uni Eropa menjadi ?AA? dari ?AA+?, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah ?menilai ulang pendapatnya atas kohesi dalam Uni Eropa? dan bahwa blok itu mungkin memiliki anggaran kurang fleksibilitas setelah kepergian Inggris.

Beberapa pihak anti-Uni Eropa di Eropa menyambut keputusan Inggris untuk meninggalkan blok tersebut dan telah menyerukan referendum mereka sendiri, terutama di Prancis. Proyeksi pendapatan, perencanaan modal jangka panjang, dan penyesuaian buffer keuangan penting Uni Eropa akan menjadi subjek ketidakpastian yang lebih besar.

Meski demikian, Standard & Poor?s mengatakan ia memberikan prospek tetap stabil. Seorang pejabat senior Uni Eropa yang terlibat dalam kebijakan ekonomi blok itu mengatakan, penurunan peringkat dari satu lembaga tidak akan mempengaruhi Uni Eropa. Sebab investor mengambil rata-rata semua peringkat pada persyaratan modal.(Mbs – Rifan Financindo Berjangka)

Sumber :?financeroll