Selasa Siang, Rupiah Menguat ke Posisi Rp 13.285/USD

Rifan Financindo Berjangka ? Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka akhirnya menguat, setelah kemarin berada di zona merah. Penguatan rupiah ini seiring semakin rapuhnya mata uang Inggris, poundsterling terhadap beberapa mata uang seperti USD dan yen.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka dan bertahan hingga siang ini di level Rp 13.273/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi sebelumnya di level Rp 13.341/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka juga membaik di posisi Rp 13.285/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp 13.269-Rp 13.291/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin membaik dibanding penutupan kemarin di level Rp 13.298/USD. Dan pada pukul 10.00 WIB bergerak semakin kuat ke level Rp 13.284/USD.

Menurut data dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp 13.282/USD atau semakin berjaya dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 13.308/USD.? Sementara, posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka di level Rp 13.323/USD dengan kisaran Rp 13.275-Rp 13.323/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp 13.307/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (14/6), mata uang Inggris poundsterling masih rapuh mendekati level terendah dalam dua bulan terhadap USD dan yen melayang dekat level tertinggi dalam enam pekan terhadap USD di tengah kekhawatiran Inggris akan meninggalkan Uni Eropa dalam referendum kurang dari 10 hari lagi.

Poundsterling turun hampir 0,5% pada perdagangan Asia ke posisi 1,4203 per USD, setelah jatuh ke level terendah dalam dua bulan di posisi 1,4117.? Meskipun jajak pendapat tidak selalu dapat diandalkan dalam kasus referendum Skotlandia pada kemerdekaannya, pasar telah terpengaruh oleh mereka baru-baru ini.

Sementara terhadap yen, yang cenderung meningkat pada saat-saat risk appetite jatuh, sebagian karena status kreditur bersih Jepang, poundsterling terhadap yen jatuh ke level 149,50.? Yen adalah yang terkuat di antara mata uang G10 sejauh bulan ini, dan berada di level 105,975 per USD, mendekati posisi tertinggi dalam enam pekan dari level 105,735 terhadap USD.

Yen juga berdiri kuat terhadap euro mendekati level tertinggi dalam tiga tahun yang diperdagangkan di posisi 120,02 setelah jatuh ke level 119,005. Sementara, euro terhadap USD diperdagangkan pada level 1,1291, setelah pulih dari posisi rendah kemarin di level 1,1233.

Euro juga rentan terhadap ancaman dari Brexit, yang akan merugikan perekonomian zona euro dan menghadapi pukulan serius bagi integrasi Eropa. Pada saat yang sama, bagaimanapun, mata uang dapat dibantu oleh arus safe haven karena euro sering digunakan sebagai mata uang pendanaan untuk aset berisiko.

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menyebutkan, konsumen memperkirakan tekanan kenaikan harga melambat pada Agustus 2016, setelah bulan ini dan Juli mendatang diprediksi meningkat. Ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) tiga bulan mendatang yang tercatat turun 2,7 poin menjadi 171,3.

Secara regional, penurunan IEH tiga bulan mendatang terjadi di delapan kota yang disurvei, dengan penurun indeks terbesar terjadi di Medan (-20,7 poin) dan Palembang (-13,0 poin). Sementara itu, tekanan harga pada enam bulan mendatang (November 2016) diperkirakan kembali meningkat dari bulan sebelumnya. IEH enam bulan mendatang tercatat 164,9 atau nail 7,2 poin dari 157,7 pada bulan sebelumnya.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/selasa-siang-rupiah-menguat-ke-posisi-rp-13-285usd/