Senin Siang, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 13.148/USD

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (8/8) pagi hingga siang, bergerak melemah sebesar 31 poin menjadi Rp 13.148 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 13.117 per dolar AS.

Data penyerapan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) ?yang cukup baik menjadi salah satu faktor yang mendorong nilai tukar dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah. Total penggajian pekerjaan non pertanian AS naik 255.000 pada Juli, di atas perkiraan kalangan analis 185.000, tingkat pengangguran AS juga stabil atau tidak berubah pada level 4,9%.

Meski terdapat potensi penguatan rupiah di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2016 sebesar 5,18%, namun masih sentimen eksternal itu masih menjadi salah satu faktor penghalang bagi nilai tukar domestik.

Di tengah likuiditas global yang melimpah ditambah perbaikan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan II 2016 akan menjaga stabilitas mata uang domestik.? Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2016 mencapai 5,18% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,91%. Pertumbuhan ekonomi akan membuat aset berdenominasi rupiah lebih atraktif.

Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini di luar dugaan naik menembus 5,18% (year on year), dibanding triwulan I-2016 sebesar 4,91% dan triwulan II-2015 sebesar 4,66%. Pertumbuhan diperkirakan terus meningkat menjadi 5,2% pada kuartal III dan 5,3% kuartal IV mendatang.

Melajunya pertumbuhan nasional menjadi faktor pendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan di BEI, Jumat (5/8), yang melesat 0,86% ke level 5.420.

Bank Indonesia (BI) meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2016 akan tumbuh 5,2% atau lebih baik dibanding kuartal II/2016 yang mencapai 5,18%. Pada kuartal II/2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah menunjukkan perbaikan yang cukup optimal. ?BI menyambut baik realisasi pertumbuhan ekonomi pada periode ini. Salah satu penopang membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2016 yaitu adanya pergeseran panen raya yang seharusnya sudah mencapai puncak pada kuartal I/2016.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id/