Sentimen Harga Obat Seret Indeks AS Turun Rendah

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Saham AS jatuh didorong meningkatnya suhu politik dan risiko keamanan yang mengguncang pasar, minyak terseret jatuh dan saham bioteknologi AS drop dalam hitungan terbesar dalam dua bulan.

Produsen obat menyeret indeks S&P 500 turun rendah, dipimpin oleh produsen Mylan NV dengan penurunan hingga mencapai 5,4 persen slide. Investor ?ketakutan? dengan komentar calon presiden AS Hlllary Clinton, mengingat komentar yang ia kritisi tahun lalu membantu aksi sell off pada harga obat sebesar 20 persen dalam indeks Nasdaq Bioteknologi.

Informasi mengenai harga obat, dan juga harga minyak dunia yang turun sedikit. Sementara kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga US bulan depan naik ke level 28 persen dari 24 persen pada awal minggu ini, sedangkan probabilitas pada bulan Desember meningkat menjadi 54 persen, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg dari fed fund futures.

Di zona Eropa, ekuitas Eropa naik untuk hari ketiga ditopang dari saham Bank yang mencapai tingkat tertinggi sejak referendum U.K yang akhirnya keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Italia UniCredit SpA melonjak 8 persen, sedangkan Commerzbank AG dan UBS Group AG ditambah setidaknya 2,9 persen.

Ditempat lainnya, emas terpantau mundur. Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober juga turun 2,8 persen ditutup pada level $46.77 per barel di New York Mercantile Exchange. Persediaan minyak mentah naik 2,5 juta barel pada 19 Agustus lalu, menurut laporan administrasi informasi energi.

Menurut survei Bloomberg diproyeksikan persediaan akan jatuh di level 850,000 barel. Menyambung apa yang dikatakan Kementerian minyak Iran, negara belum memutuskan apakah dapat bergabung dengan pembicaraan informal OPEC bulan depan di Aljir. ?Kita masih berada di pasar yang secara fundamental oversupplied,?

Kurangnya kejelasan kapan kenaikan suku bunga US telah menyatakan keprihatinan jangka panjang, Presiden Federal Reserve Janet Yellen berbicara dalam simposium Jackson Hole, Wyoming. ?Kondisi Fed untuk menaikkan suku bunga sedang berada diatas pertumbuhan, perbaikan kondisi keuangan dan meningkatnya ekspektasi inflasi belum terpenuhhi.? jelas Yellen sambil menghindari pertanyaan tentang penentuan kenaikan suku bunga berikutnya.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?financeroll