Sesi Pertama: Bursa Asia Melambat, IHSG Ditutup Melemah

Rifan Financindo Berjangka ? Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I bersamaan dengan bursa saham Asia yang juga kompak melemah.? Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup melemah 15,635 poin (0,32%) ke 4.861,159. Sementara indeks unggulan LQ45 ditutup turun 3,777 poin (0,45%) ke 831.149.

Pada pembukaan? perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 5,48 poin (0,11%) ke level 4.882,275.? Delapan sektor melemah, hanya 2 sektor yang menguat. Sektor perdagangan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,62%. Sementara pelemahan tertinggi terjadi di sektor aneka industri sebesar 2,19%.

Tercatat, sebanyak 106 saham naik, 137 saham turun, dan 88 saham stagnan. Frekuensi ditransaksikan sebanyak 121.836 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 5,504 miliar saham senilai Rp 2,209 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 44,391 miliar.

Beberapa? saham yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya MYOR naik 700 poin (1,80%) ke Rp 39.500, SILO naik 400 poin (3,86%) ke Rp 10.800, LPPF naik 325 poin (1,72%) ke Rp 19.225, dan LPCK naik 250 poin (3,56%) ke Rp 7.275.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers di antaranya HMSP turun 1.875 poin (1,92%) ke Rp 95.975, GGRM turun 575 poin (0,84%) ke Rp 67.550, SMDR turun 390 poin (8,39%) ke Rp 4.260, dan MLBI turun 350 poin (3,06%) ke Rp 11.100.

Di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS siang ini bergerak di Rp 13.305 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.261.

Adapun ?kondisi bursa saham Asia siang in, antara lain: Indeks Nikkei 225 turun 136,35 poin (0,82%) ke 16.532,06, Indeks Hang Seng turun 60,05 poin (0,28%) ke 21.237,83, Indeks SSE Composite turun 8,89 poin (0,30%) ke 2.927,16, dan? Indeks Straits Times turun 18,19 poin (0,64%) ke 2.825,54.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo kembali mengeluhkan lambatnya kinerja kementerian dan lembaga (K/L). Menurutnya, rendahnya kualitas belanja K/L berdampak pada lambatnya investasi di Indonesia.? Dalam sidang paripurna kabinet, Jokowi menginstruksikan para menteri, termasuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk segera mempercepat investasi guna menstimulus ekonomi Indonesia.

Jokowi mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi belanja pemerintah dan investasi. ?Presiden ?juga menyinggung soal menurunnya persentase pertumbuhan ekonomi kuartal I 2016 menjadi 4,92 persen, padahal kuartal IV 2015 sebesar 5,04 persen.? Menurutnya, seluruh kementerian dan lembaga harus terus mewaspadai situasi perekonomian global yang terus berubah setiap hari dan minggu.

Karenanya, dia kembali meminta seluruh menteri mempercepat belanja modal dan barang pada awal tahun. Menurutnya, hanya satu hingga tiga kementerian yang bekerja sesuai dengan instruksinya.? Sebagai informasi, alokasi anggaran belanja negara tahun ini sebesar Rp2.095,7 triliun, bertambah Rp111,6 triliun dibandingkan dengan pagu tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.984,1 triliun. Namun bertambahnya anggaran belum diimbangi dengan kualitas serapan anggaran yang optimal.?

Sumber 😕http://financeroll.co.id/news/sesi-pertama-bursa-asia-melambat-ihsg-ditutup-melemah/