Sesi Pertama, IHSG Bertahan di Jalur Hijau

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Kamis (21/7), ditutup menguat 14,66 poin atau 0,28% ke level 5.257,48.? Sebelumnya, pada perdagangan pagi tadi, indeks dibuka naik 3,38 poin atau 0,07% ke level 5.246,30.

Terapresiasinya indeks ditengarai mata investor yang tertuju ke arah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan mengumumkan suku bunga acuan (BI rate), dimana diperkirakan akan kembali turun 25 basis poin menjadi 6,25%.

Sebagai informasi, Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida menuturkan, otoritas masih memproses usulan BEI terkait penghapusan tender offer. Nanti bakal ada pengecualian bagi peserta tax amnesty yang setelah mendeklarasikan hartanya ternyata kepemilikan sahamnya mencapai 50% pada sebuah perusahaan.

Insentif ketiga adalah menghilangkan biaya pencatatan saham perdana. ???Selama ini, initial listing fee berkisar antara Rp 150 juta hingga Rp 250 juta. Insentif tersebut diharapkan dapat menarik minat perusahaan untuk go public lebih banyak. Samsul menambahkan, dari perkiraan Rp 1.000 triliun dana yang direpatriasi, setidaknya sekitar Rp 50 triliun masuk ke pasar modal.

Menurut Nurhaida, OJK sudah memiliki sistem untuk mengawasi dana repatriasi yang di-lock-up. Dana repatriasi akan dikunci selama tiga tahun di rekening dana nasabah (RDN) berkaitan. OJK akan mengawasi keluar masuk dana melalui RDN.? Kemungkinan adanya investor pemilik RDN ternyata memiliki rekening dana atas nama orang atau perusahaan lain. Nanti dana milik peserta tax amnesty yang mengatasnamakan pihak lain akan dikunci dananya kemudian dipisah, akan tetapi tetap di dalam RDN miliknya.

Selain itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, aset berupa saham dari orang Indonesia yang ada di luar negeri sebanyak Rp 400 triliun. Dalam berinvestasi, mereka menyembunyikan identitas dengan memakai nama asing agar tidak terdeteksi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang punya saham di luar negeri sebaiknya segera melaporkan asetnya ke Ditjen Pajak dalam bentuk deklarasi sehingga tidak dikenakan denda.

Selain itu, Tito mengimbau kepada WNI yang investasi saham di luar Indonesia bisa segera memindahkan (crossing) aset miliknya itu ke Tanah Air. Imbalannya, BEI akan memberikan tambahan diskon dalam melakukan proses pemindahan.? Jika para investor lokal berkedok asing ini tidak mau melaporkan atau memindahkan aset sahamnya maka akan dikenakan denda 200%. Kendati demikian, sudah ada beberapa WNI yang minat mengalihkan saham ke dalam negeri.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id