Survei: Sterling Melemah Pasca Brexit, Importir Menjerit

PEKANBARU – Kerugian para eksportir Inggris, yang disebabkan oleh kemerosotan tajam Sterling terhadap Dolar AS dan Euro gara-gara Brexit bulan Juni 2016 lalu telah ditangani, demikian pernyataan Kamar Dagang Inggris (BCC) pada hari Senin (06/Feb) hari ini.

made-in-uk

Murahnya mata uang memang menolong para eksportir dalam jangka menengah, tetapi BCC mengakui bahwa fenomena seperti ini mempunyai risiko ibarat pedang bermata dua bagi para anggotanya, utamanya bagi para Pengusaha Kecil dan Menengah.

Profit Surut

25 persen pengusaha di Inggris menyatakan bahwa lemahnya Sterling telah mendorong margin ekspor mereka, tetapi 22 persen mengeluhkan berkurangnya profit dari penjualan mancanegara. Hampir setengah perusahaan-perusahaan anggota BCC tersebut tidak mengelola risiko dari pelemahan mata uang dan tidak membuat rencana untuk itu, demikian menurut hasil survei.

Sejumlah pengusaha kecil menagih pembayaran kepada para pelanggan mereka dalam satuan Sterling, tetapi mereka harus membayar bahan-bahan mentah dengan mata uang asing, kata BCC lagi. Hal ini membuat mereka harus menaikkan harga jika tak mau merugi.

Sterling telah merosot lebih dari 15 persen terhadap Dolar AS sejak bulan Juni. Survei-survei bisnis lainnya pun telah melaporkan lonjakan order ekspor, tetapi perolehan yang didapat belum ditampilkan oleh data perdagangan resmi Inggris.

Bagi perusahaan-perusahaan (yang berorientasi) impor, saat ini (nilai mata uang) sudah lebih mahal. Padahal, perusahaan-perusahaan sudah meneken kontrak dengan para suplier dan mereka tak mampu menyesuaikan diri dengan fluktuasi mata uang,” kata Direktur Utama BCC, Adam Marshall.

Di sisi lain, Bank Sentral Inggris (BoE) justru memprediksi bahwa Inflasi Konsumen akan meroket pada tahun 2017 ini akibat kenaikan harga barang-barang impor tersebut. Di akhir tahun, CPI Ingggris diperkirakan akan mencapai 2.7 persen, naik tajam dari 1.6 persen pada akhir tahun 2016.

Terlepas dari laporan hasil survei tersebut, GBP/USD diperdagangkan flat pada harga 1.2418, meski Dolar AS pun sedang tak banyak tenaga. Sedangkan EUR/GBP tampak menurun ke angka 0.8617 dari angka 0.8644. Inggris tak memiliki jadwal rilis data sore ini.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex.