Tak Bisa Mudik, Komunitas Minang Gelar Halal Bihalal di Australia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Jakarta? Perayaan Idul Fitri 1437 H memang audah lewat beberapa minggu. Namun suasana Lebaran tersebut masih terasa di Kota Sydney, Australia.

Masyarakat Indonesia yang tinggal di Australia dan memiliki darah minang pada Minggu (17/7) menggelar acara halalbihalal. Acara tersebut diselenggarakan di Punchbowl Community Center di pinggiran Kota Sydney.

Foto: Istimewa

Acara yang berlangsung mulai pukul 17.00 waktu setempat juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dan Konjen RI di Sydney Yayan Mulyana. Dalam sambutannya Nadjib memuji masyarakat Minang di Australia yang menujukkan suri teladannya kepada publik Australia.

“Keberadaan komunitas minang di Australia menjadikan komunitas ini andalan. Bukan hanya diterima dengan baik namun juga turut memperkaya kemajemukan etnis di Australia,” kata Dubes Nadjib dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (18/7/2016).

“Apresiasi terhadap komunitas Minang yang terlah menunjukan suri tauladan dan budi pekerti yang tinggi dari warisan nenek moyang kepada publik di Australia dengan sangat baik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Nadjib juga mengajak komunitas minang di Australia untuk memupuk, memperkuat dan mempertebal semangat persaudaraan sesama WNI di Australia. “Apalagi kini halalbihalal bukan hanya milik orang Islam saja melainkan milik semua orang sebagai wujud rasa syukur dan persahabatan,” ucap mantan Dubes RI untuk Kerajaan Belgia ini.

Rata-rata yang hadir di acara ini adalah masyarakat minang dan khususnya Indonesia yang tidak bisa mudik ke kampung halamannya. Dan acara ini merupakan acara tahunan bagi masyarakat minang di Australia.

Berbagai macam hidangan khas Tanah Air pun tampak disuguhkan dalam acara ini. Seperti misalnya gulai ayam hitam, ikan balado, gulai anyang atau asam padeh, gado-gado Padang, dan lainnya.

“Sebanyak 12 ikatan keluarga dan organisasi kemasyarakatan WNI di Sydney turut diundang. Mereka berasal dari kelompok keluarga Bukit Tinggi, Padang Panjang, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan sebagainya,” jelas Ketua Minang Siayo Amri Yusra.

Foto: Istimewa

Sementara itu ketua panitia acara ini, Amrizal menambahkan bahwa Minang Saiyo didirikan tahun 1982. Banyak anggota Minang Saiyo yang bergelar S-2 bahkan S-3.

“Anak-anak muda Indonesia yang berasal dari komunitas Minang Saiyo di Australia terbukti telah banyak membantu mempromosikan citra positif di Australia,” tutur Amrizal.
(Mbs-rifan financindo berjangka)