TRAGIS, IBU DAN ANAK TEWAS BERPELUKAN

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Teriakan minta tolong mengiringi kepulan asap hitam yang mulai membumbung tinggi di udara, Kamis (11/8) pukul 06.30 WIB. Warga pun bergegas mendatangi sumber suara yang berasal dari lokasi terbakarnya tiga petak rumah di sekitaran Jalan Rambutan, Rimba Sekampung, Dumai Kota.
Kabar yang berkembang di lapangan menyebutkan, penghuni salah satu rumah yang terbakar Aisyah Yuliarti (35) mencoba menyelamatkan diri dari kepungan api. Namun tak lama kemudian, pegawai negeri sipil di Dinas Perhubungan Dumai itu kembali masuk ke rumah. Diduga dia teringat akan putrinya Amia Damara (4) yang masih berada di dalam.
Padahal api kala itu sudah mulai membesar dan melahap sebagian besar bangunan. Sejak itu, Aisyah tak lagi tampak keluar dari rumah. Sementara warga lagi sibuk dengan upaya pemadaman.
Belakangan, saat api mulai padam, Aisyah baru ditemukan. Namun kondisinya sudah tak bernyawa. Posisinya sedang memeluk putrinya yang juga sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar. Keduanya menderita luka bakar cukup serius di sekujur tubuh.
Kapolres Dumai AKBP Donald Happy Ginting SIK MSi melalui Kapolsek Dumai Kota Ipda Iskandar mengatakan, api muncul dari plapon kedai. Lantaran angin bertiup kencang, api kemudian menjalar ke bangunan yang lain, termasuk rumah Aisyah yang juga dijadikan usaha warung internet.
Tak lama kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sekitar 1 jam 15 menit, api berhasil dijinakkan.
?Setelah api berhasil dipadamkan, kita mengamankan tempat kejadian perkara ?dengan memasang garis polisi. Penyebab masih dalam penyelidikan,? ujarnya.
Musibah tragis itu merenggut dua nyawa. Sementara kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah.
Ramah dan Mudah Bergaul
Di lingkungan sekitar, Aisyah dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul serta sederhana. Berbagai aktivitas, seperti pengajian, diikutinya di tengah kesibuakannya sebagai PNS.
Menyadari Aisyah menjadi korban dari musibah itu, ibu-ibu sekitar yang datang tak kuasa menahan tangis. Mereka merasa begitu kehilangan.
?Dia mudah bergaul. Setiap wirid pengajian, selalu datang,? ujar Suriati, warga sekitar.
Rekan kerja korban pun tak kuasa menahan pilu. Isak tangis mewarnai sekitaran lokasi kebakaran.
Toni sepupu Aisyah mengaku sangat terpukul. Apalagi beberapa hari sebelumnya, keluarga mereka ditimpa musibah. Salah satu sepupunya meninggal dunia akibat tenggelam di bekas galian C. ?Ini musibah yang kedua kalinya dalam sepekan yang dialami keluarga besar kami,? ujarnya pilu.***(mbs-rifan financindo berjangka)
Sumber :?pekanbarumx.co