Uni Eropa rencanakan pertemuan darurat

PT. Rifan Financindo Berjangka – Pejabat Eropa merencanakan melakukan serangkaian pertemuan darurat apabila Inggris keluar dari blok perdagangan terbesar di dunia Uni Eropa, yang bertujuan untuk menenangkan pasar keuangan dan menghindari efek domino dalam pelemahan ekonomi, menurut orang-orang yang akrab dengan masalah ini.

Beberapa hari jelang referendum yang sangat dicermati untuk keanggotaan Inggris di Uni Eropa, ada peningkatan kekhawatiran bahwa suara yang menginginkan Inggris keluar dari blok itu memenangi referendum, seiring jajak pendapat terbaru menunjukkan lonjakan dukungan untuk kubu ?Keluar?.

Para pejabat Uni Eropa sangat khawatir tentang efek domino menyebar ke dua negara zona euro lainnya: Irlandia, yang ekonominya terkait erat dengan Inggris, dan Portugal. Untuk yang terakhir, sistem perbankan yang bermasalah tergantung pada kredit murah dari Bank Sentral Eropa dan bisa dipotong jika yang perusahaan terakhir dari empat perusahaan rating kredit utama menurunkan sovereign rating Portugal menjadi status junk.

ECB yang berbasis Frankfurt diharapkan untuk memberikan pernyataan yang dimaksudkan untuk menenangkan kekhawatiran seperti yang terjadi pada Jumat pagi lalu jika hasil referendum menunjukkan bahwa Inggris. akan meninggalkan Uni Eropa, kata para pejabat.

Di Brussels, para pemimpin lembaga Uni Eropa akan berkumpul Jumat pagi untuk membahas hasil referendum dan mengeluarkan pernyataan bersama, eksekutif Uni Eropa yang merupakan juru bicara Komisi Eropa, , mengatakan. (sdm)

Sumber: MarketWatchh

Para Pejabat Tahan Suku Bunga Jelang Referendum, BOE Ulangi Peringatan Brexit -? RifanFinancindo

Hanya satu minggu menjelang pemungutan suara di Inggris mengenai keanggotaannya di Uni Eropa, pembuat kebijakan Bank of England mengulangi peringatan mereka bahwa keluar dari blok itu dapat merusak perekonomian.

Dalam pernyataan pada hari Kamis yang disertai keputusan mereka untuk mempertahankan suku bunga acuan pada rekRifanFinancindoor rendah sebesar 0,5 persen, Komite Kebijakan Moneter yang dipimpin oleh Gubernur Mark Carney mengatakan ketidakpastian suara sudah mempunyai dampak dan ini bisa meningkatkan skenario Brexit.

“Pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa l dapat mempengaruhi secara material prospek produksi dan inflasi,” kata MPC. “Dalam menghadapi ketidakpastian yang lebih besar tentang pengaturan perdagangan Inggris ini, sterling kemungkinan akan terdepresiasi lebih lanjut, mungkin tajam.”

Prospek keluarnya Inggris dari blok perdagangan terbesar di dunia telah memicu kegelisahan di seluruh dunia, dengan The Fed yang mengatakan pada hari Rabu bahwa referendum merupakan faktor dalam keputusannya untuk mempertahankan suku bunga mereka tidak berubah. Swiss National Bank juga mempertahankan suku bunganya tidak berubah Kamis ini, memperingatkan bahwa pemungutan suara Inggris memiliki potensi untuk menyebabkan “stres besar” di Eropa.

BOE menyatakan kembali hal ini, mereka mengatakan bahwa referendum sedang mengalami dampak yang “semakin luas” pada harga aset. Dia menambahkan bahwa suara tetap “risiko langsung terbesar yang dihadapi pasar keuangan Inggris, dan mungkin juga pasar keuangan global.”(mrv)

Sumber: Bloomberg