Wait And See, Pasar Uang Domestik Melambat

Rifan Financindo Berjangka?? Pergerakan ?nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di pasar spot antarbank di Jakarta, Kamis sore, melemah 25 poin menjadi Rp 12.251 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.226 per dolar AS.? Saat ini pergerakan rupiah cenderung konsolidasi menjelang pelantikan Presiden-Wapres RI nanti dan susunan kabinet pemerintahan baru.? Sementara ?Indeks Harga?Saham?Gabungan (IHSG) turun 11 poin gara-gara tekanan jual investor asing.

Pelaku pasar uang di dalam negeri akan cenderung mengambil posisi aman dengan melepas rupiah dan mengalihkan ke mata uang dolar AS.? Diharapkan, sentimen politik di dalam negeri tidak memanas sehingga nilai tukar rupiah ke depan bergerak stabil dengan potensi penguatan.? Dari eksternal, ?ekonomi AS diperkirakan masih tumbuh baik meski dibayangi perlambatan global seperti yang terjadi di negara-negara kawasan?Eropa, Jepang,?dan Tiongkok.? Pernyataan Gubernur The Fed Jannet Yellen yang cukup optimistis terhadap prospek ekonomi AS menjadi salah satu penopang dolar AS kembali menguat.

Sebagian pelaku pasar juga menilai bahwa outlook perekonomian AS masih sejalan sesuai target sehingga dolar AS masih mempunyai kekuatan untuk menguat.? Sebelaiknya, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang domestik ini bergerak menguat menjadi Rp 12.207 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.229 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup ?perdagangan Sesi I, IHSG turun tipis 2,677 poin (0,05%) ke level 4.960,263. Indeks masih berusaha balik arah ke zona hijau setelah pagi tadi dibuka melemah.? Aksi jual masih didominasi oleh?investor asing. Pelaku pasar domestik masih mengkoleksi saham di tengah ramainya aksi jual.? Pada akhir perdagangan, Kamis (16/10/2014), IHSG berkurang 11,326 poin (0,23%) ke level 4.951,614. Sementara Indeks LQ45 turun 1,851 poin (0,22%) ke level 837,262.

Tercatat indeks sempat positif sebentar, sampai ke level 4.976 tapi akhirnya turun lagi. Aksi jual investor asing memaksa IHSG jatuh ke zona merah. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 326,984 miliar di seluruh pasar.? Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 235.309 kali dengan volume 8,365 miliar lembar saham senilai Rp 7,704 triliun. Sebanyak 104 saham naik, 148 turun, dan 71 saham stagnan.

Tercatat volume dan nilai transaksi hari ini sedikit meningkat karena ada dua aksi tutup sendiri, yaitu di saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) dan saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) masing-masing dengan Rp 1,5 triliun dan Rp 925 miliar di pasar negosiasi.? Tekanan negatif dari pasar global membuat bursa regional kompak melemah sore hari ini. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam hingga lebih dari 2%.

Sedangkan situasi perkembangan bursa regional sore tadi: Indeks Nikkei 225 terjun 335,14 poin (2,22%) ke level 14.738,38, Indeks Hang Seng anjlok 239,11 poin (1,03%) ke level 22.900,94, Indeks Komposit Shanghai turun 17,17 poin (0,72%) ke level 2.356,50, dan Indeks Straits Times jatuh 35,67 poin (1,12%) ke level 3.163,05.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/wait-and-see-pasar-uang-domestik-melambat/