RIFAN FINANCINDO | Waspadai Jerome Powell, Harga Emas Naik

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU – Harga Emas naik pada perdagangan hari Senin (26/Februari), sehubungan dengan kewaspadaan pelaku pasar menjelang testimoni pimpinan baru bank sentral AS, Jerome Powell, di hadapan Kongres pekan ini. Gold Futures di COMEX New York meningkat 0.84 persen ke 1341.5 per troy ons, sedangkan Gold Spot XAU/USD naik 0.76 persen ke 1338.84 saat berita ditulis. Harga Emas Antam diperdagangkan pada harga Rp640,000 per gram dengan buyback Rp574,000 per gram, lebih tinggi dibanding posisinya di pertengahan pekan lalu.

Harga Emas

Sentimen positif bagi Dolar AS memudar awal pekan ini. Setelah ditutup pada angka 89.88 pada akhir pekan lalu, Indeks Dolar AS (DXY) menurun lagi hari ini hingga mencapai 89.62 di awal sesi Eropa. Pasalnya, pimpinan baru bank sentral AS (Federal Reserve/Fed), Jerome Powell, dijadwalkan memberikan testimoni mengenai kebijakan moneter pada hari Rabu, 28 Februari mendatang.

Testimoni Powell Dapat Berdampak Domino

Harga Emas sempat merosot minggu lalu, karena Dolar AS menguat setelah notulen rapat kebijakan Federal Reserve menunjukkan indikasi kenaikan suku bunga lebih cepat. Sebagai aset tak berimbal hasil bunga, Emas kehilangan daya tariknya ketika bank sentral terbesar di dunia ini menaikkan suku bunganya. Namun demikian, optimisme yang disebarkan oleh notulen tersebut dimentahkan oleh pernyataan seorang pejabat Fedyang memperingatkan soal bahaya kenaikan suku bunga secara berlebihan, sehingga Dolar AS mundur dan Emas mengalami pembalikan menjelang penutupan perdagangan akhir pekan.

Di sisi lain, draft laporan yang akan disampaikan Jerome Powell pada Kongres AS, menyiratkan pesimisme mengenai laju inflasi di negeri Paman Sam. Padahal, laju inflasi tinggi merupakan salah satu prasyarat bagi kenaikan suku bunga.

Di tengah ketidakpastian, pelaku pasar memilih untuk bertindak lebih hati-hati, setidaknya hingga jelas rincian apa saja yang disampaikan Powell saat dicecar pertanyaan oleh Kongres AS kelak. Pandangan-pandangannya dapat berpengaruh besar jika mengejutkan pasar, khususnya mengenai kondisi pasar finansial, inflasi AS, dan suku bunga.

Harga Emas boleh jadi tak terkena disebut-sebut dalam testimoni Jerome Powell, tetapi perlu diingat bahwa Emas diperdagangkan dengan Dolar AS di pasar internasional, dan permintaan spekulatif atasnya cukup besar di Wall Street. Karenanya, perlu diketahui bahwa pelemahan Dolar AS maupun kenaikan inflasi AS akan berpengaruh positif bagi Emas; sedangkan setiap indikasi kenaikan suku bunga lebih cepat oleh Fed, dapat melumpuhkan reli harga logam mulia ini.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

 

 

Lihat : Rifan Financindo

 

Sumber : seputarforex