Yen Melemah Meski Data Inflasi Jepang Meningkat

Rifan Financindo Pekanbaru – Sejumlah data ekonomi Jepang dilaporkan apik di hari Jumat (29/Sep) pagi. Inflasi inti Jepang berakselerasi pada bulan Agustus dan output industrinya mengalami peningkatan lebih dari ekspektasi. Permintaan tenaga kerja juga masih berada di level terkuat dalam 40 tahun terakhir. Ini menjadi indikasi bahwa momentum ekonomi Jepang makin solid.

bendera-jepang
CPI Inti Jepang, yang memperhitungkan harga minyak namun tidak menyertakan harga makanan segar yang volatil, meningkat 0.7 persen sesuai dengan prediksi pasar. Angka tersebut menjadi perolehan bulanan yang kedelapan kalinya dalam indeks, setelah kenaikan 0.5 persen pada bulan Juli.

Tergantung Pemilu

“Harga mengalami kenaikan yang bertahap. Ekspor yang mendukung output dan permintaan domestik tampaknya tidak buruk,” kata Hidenobu Tokuda, ekonom Mizuho Research Institute yang diwawancarai oleh Reuters. “Selama Abe masih berkuasa, maka kita akan melihat kelanjutan kebijakannya, tetapi semuanya tergantung pada Pemilu,”

Permintaan tenaga kerja Jepang masih berada dalam level yang terkuat sejak tahun 1974, dengan data yang menunjukkan aplikasi lamaran kerja yang stabil di posisi 1.52 persen di bulan Agustus.

Output industri juga membukukan kenaikan 2.1 persen pada bulan Agustus, lebih tinggi daripada ekspektasi dan perolehan sebelumnya. Peningkatan produksi barang dari sektor peralatan konstruksi, otomotif, dan alat-alat elektronik menjadi faktor penunjang kenaikan tersebut.

Data-data ekonomi Jepang tersebut diperkirakan akan mendorong optimisme tentang outlook pertumbuhan, walaupun PM Shinzo Abe memutuskan untuk mengadakan Pemilu mendadak yang berdampak pada meningkatnya ketidakpastian akan kebijakan ekonomi Jepang. Akan tetapi, kegelisahan dari segi kebijakan moneter juga masih menjadi kendala bagi ekonomi Jepang, usai summary rapat BoJ terbaru menunjukkan salah seorang anggota dewan pembuat kebijakan menyuarakan untuk menambah ekspansi stimulus karena inflasi konsumen yang masih sulit sekali mendekati target 2 persen BoJ.

Menyusul laporan ini, Yen justru melemah terhadap Dolar AS, dengan kenaikan USD/JPY sebanyak 0.25 persen ke angka 112.58 dan berlanjut ke angka 112.64 saat berita ini ditulis. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifan Financindo 

Sumber : seputarforex